Yayasan Adaro Bangun Negeri

Kenali Buku, Cintai Perpustakaan

Tahukah kalian bahwa September di tetapkan sebagai bulan gemar membaca? Di bulan yang sama diperingati pula hari kunjung perpustakaan

Kenali Buku, Cintai Perpustakaan
istimewa/yayasan anak bangun negeri

BANJARMASINPOST.CO.ID,TANJUNG - “Sering kali kita mendengar bahwa buku adalah jendela dunia, sedang membaca adalah kunci untuk membukanya, meski data mengatakan masyarakat Indonesia memiliki minat baca yang rendah, tak dapat di pungkiri membaca menjadi hal yang dapat menambah cita rasa dalam kehidupan manusia”

Tahukah kalian bahwa September di tetapkan sebagai bulan gemar membaca? Di bulan yang sama di peringati pula hari kunjung perpustakaan yang jatuh pada 14 September silam.

Namun demikian, minat baca masyarakat di Indonesia memang memprihatinkan, Central Connecticut State Univesity dalam studi "Most Littered Nation in the World" tahun 2016 menyebutkan bahwa Indonesia berada di peringkat 60, dari 61 negara dengan minat baca paling sedikit, dimana Indonesia berada satu peringkat dari Botswana, salah satu negara miskin di Benua Afrika.

ADV
ADV (istimewa/yayasan anak bangun negeri)

Rendahnya minat baca yang dimiliki masyarakat Indonesia kemudian berbanding terbalik dengan minat menonton televisi masyarakat Indonesia yang mencapai 91,68%.

Minimnya akses literasi ditambah dengan menjamurnya gadget dan game di kalangan remaja semakin mengindikasi bahwa masyarakat Indonesia masih lebih menggemari hiburan dan narsisme pribadi dibanding pengembangan diri.

Sejatinya upaya untuk mendongkrak minat baca dapat dimulai dengan hal-hal sederhana, seperti mengubah pola pembelajaran di sekolah, membiasakan anak membaca sejak dini, menyediakan akses baca bagi masyarakat luas ataupun dengan meningkatkan frekuensi kunjungan ke tempat-tempat penyedia bahan bacaan seperti perpustakaan.

Seiring perkembangan zaman, perpustakaan juga dituntut untuk melakukan inovasi untuk menambah minat kunjung masyarakat, stigma perpustakaan sebagai tempat yang kaku dan serius harus diubah agar masyarakat nyaman berkunjung serta mampu menjadi wadah rekreasi dan pengembangan diri melalui kegiatan-kegiatan tambahannya. Perpustakaan harus menjadi tempat yang asyik dan menyenangkan.

Bidang pendidikan Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) melalui program perpustakaan memiliki serangkaian aktivitas tambahan sebagai upaya meningkatkan minat kunjung perpustakaan.

Selain menyediakan bahan bacaan ruang perpustakaan YABN juga menyediakan fasilitas perpustakaan keliling sebagai upaya menyalurkan bahan bacaan bagi sejumlah sekolah di kabupaten Tabalong dan Barito Timur.

Halaman
12
Penulis: Dony Usman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved