Melihat Aksi Ladyfire Banjarmasin

Nekat Jadi Ladyfire, Rima Rela Jam Tidur Berkurang & Aluh Sensey Sedih Temannya Gugur

Di Banjarmasin sendiri pernah menyabet rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) pemadam terbanyak

Nekat Jadi Ladyfire, Rima Rela Jam Tidur Berkurang & Aluh Sensey Sedih Temannya Gugur
Airul Syahrif
Anggota Komunitas Ladyfire Gabungan Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Menjadi seorang anggota Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) bukanlah pekerjaan yang mudah.

Tantangan di lapangan yang mengharuskan berhadapan dengan gentingnya kejadian terkadang membutuhkan mental dan fisik yang kuat.

Namun di Kota Banjarmasin saat ini ada pemadam perempuan atau Ladyfire.

Keberadaan mereka tentunya menjadi sosok baru di kalangan pemadam.

Di Banjarmasin sendiri pernah menyabet rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) pemadam terbanyak, hampir 500 pemadam swasta terbentuk.

Baca: Ladyfire, dari Aksi Memadamkan Api Hingga Menjadi Suntikan Semangat Kaum Adam di BPK

Satu satu anggota Komunitas Ladyfire Gabungan Banjarmasin, asal kesatuan PMK BENAWA, Salamah Noor Rima mengatakan dirinya sangat senang bisa mendapat banyak pengalaman.

Baca: Dapur Rumah Terbawa Longsor, Maimunah Berteriak Histeris Minta Tolong

"Sukanya ya kita bisa dapat banyak teman banyak pengalaman dan masih banyak hal positif lainnya. Kalau dukanya, jam tidur kami berkurang saat lagi enak-enaknya tidur ada panggilan jiwa, mau tidak mau kita harus meluncur dan membantu," ujarnya, Kamis (20/9/2018) sore.

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) MNC TV Piala AFC U-16 2018, Timnas U-16 Indonesia vs Iran Hari Ini

Anggota Komunitas Ladyfire Gabungan Banjarmasin
Anggota Komunitas Ladyfire Gabungan Banjarmasin (Airul Syahrif)

Pemadam perempuan lainnya dari BPK Bangun Raya 353, Kinanti Wulandari atau akrab disapa Aluh Sensey mengatakan dirinya sangat bangga menjadi bagian dari anggota pemadam kebakaran.

"Kalau saya pribadi, bangga menjadi seorang ladyfire. Yang tidak semua wanita sanggup menjalaninya," tuturnya pada banjarmasinpost.co.id, Rabu (19/9/2018) siang.

Dirinya menganggap tidak gampang untuk menjadi seorang pemadam. Karena nyawa bisa menjadi taruhannya.

"Saya sedih kalau sampai melihat rekanan yang gugur saat memadamkan api. Tapi itu bisa menjadi pelajaran bahwa menjadi relawan pemadam kebakaran itu benar-benar tidak gampang, bahkan nyawa pun bisa jadi taruhannya," paparnya.

"Ternyata tidak gampang untuk jadi seorang ladyfire, selain fisik harus kuat juga harus berani mehadapi konsikuensinya," jelasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/airul syahrif)

Penulis: Airul Syahrif
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help