Berita Banjarmasin

Pembeli dari Tiga Wilayah ini Masih Menggunakan Kelotok Mengangkut Beras dari Pasar Pagi

Banjarmasin memang dikenal dengan kota seribu sungai, tak jarang aktivitas jual beli dilakukan di atas sungai

Pembeli dari Tiga Wilayah ini Masih Menggunakan Kelotok Mengangkut Beras dari Pasar Pagi
banjarmasinpost.co.id/maulana
pemilik toko Doa Ibu, Riduan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Banjarmasin memang dikenal dengan kota seribu sungai, tak jarang aktivitas jual beli dilakukan di atas sungai seperti yang didapati di Pasar Terapung di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Selain di Pasar Terapung aktivitas jual beli juga didapati di Jalan Pasar Pagi Banjarmasin yang rata-rata kebanyakan berjualan beras.

Hal ini dijelaskan pemilik toko Doa Ibu, Riduan, ia mengatakan para pembeli di tempatnya masih ada yang mengangkut menggunakan kelotok.

Baca: Tips Mudah Cari Formasi CPNS 2018 Sesuai Jurusan di Situs Pendaftaran Sscn.bkn.go.id

"Masih ada yang menggunakan kelotok, tapi saat ini didominasi yang memakai mobil, mungkin berbeda dengan dulu," katanya yang sudah berjualan selama tujuh tahun.

Ia menuturkan konsumen di tempatnya yang masih menggunakan kelotok berasal dari wilayah yang kental atau dekat dengan laut atau sungai.

Baca: Di Konser 10 Tahun Jambul khatulistiwa, Syahrini Kenang Momen Anang Hermansyah Cium Keningnya

"Biasanya orang yang dari Tabunganen, Aluh-aluh, dan Tamban yang sering membeli menggunakan kelotok," ujarnya.

Ia sendiri saat ini berjualan berbagai jenis beras dari lokal maupun beras jawa.

Baca: Rizky Febian Disebut Orang Pertama yang Tahu Atas Dugaan Perselingkuhan Ibunya dan Buat Perjanjian

"Beras lokal biasanya didatangkan dari Gambut, Anjir, atau Marabahan," jelasnya.

Dalam seminggu ia mengaku bisa menjual lima hingga enam ton beras lokal dan begitu pula dengan beras jawa.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help