Berita Banjarbaru

Tim Fakultas Kedokteran Bentuk Kader Posyandu Model Plus

Dalam upaya melakukan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu implementasi dari Tri Dharma perguruan tinggi

Tim Fakultas Kedokteran Bentuk Kader Posyandu Model Plus
istimewa
istimewa Tim dosen dari Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat yang tergabung dalam tim pengabdian masyarakat melakukan pembentukan kegiatan yaitu membentuk kader posyandu model plus 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Dalam upaya melakukan pengabdian kepada masyarakat sebagai salah satu implementasi dari Tri Dharma perguruan tinggi, tim dosen dari Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat yang tergabung dalam tim pengabdian masyarakat melakukan pembentukan kegiatan yaitu membentuk kader posyandu model plus, penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, serta melakukan pembentukan posyandu model plus.

Tim pengabdian masyarakat ini terdiri dari Dr. Syamsul Arifin, dr, M.Pd, DLP, Ifa Hafifah, Ns, M.Kep dan Hadianor, SKM serta dua orang mahasiswa dari Program Studi Ilmu Keperawatan FK ULM.

Kegiatan ini dipusatkan di rumah salah satu kader posyandu yang bertempat di Desa Kuin Selatan RT 6 Banjarmasin.

Baca: Daftar Formasi CPNS 2018 BPS Lengkap dengan Persyaratan dan Jadwal Pendaftaran Sscn.bkn.go.id

Baca: Formasi CPNS 2018 Provinsi Jawa Tengah 1.926 Lowongan di Pendaftaran Sscn.bkn.go.id

Baca: Formasi CPNS 2018 Provinsi Jawa Barat 1.085 Lowongan di Pendaftaran Sscn.bkn.go.id

"Dalam kegiatan ini tim melakukan pembentukan kader, pelatihan terhadap kader yang dibentuk sehingga nantinya kader tersebut dapat menjalankan posyandu dengan model yang lebih inovatif atau disebut dengan posyandu model plus. Setelah melakukan pembentukan kader," ucap Hadianto mewakili tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat, Jumat (21/9).

Tim Bersama kader melakukan penyuluhan kepada ibu-ibu yang memiliki balita khususnya yang mengalami gizi buruk dan rawan terhadap gizi buruk.

Pada kegiatan ini ibu-ibu yang memilki balita diberikan pengetahuan tentang gizi buruk, pola asuh yang tepat untuk balita dalam memaksimalkan 1000 hari kehidupan awal bayi.

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Penulis: Nia Kurniawan
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved