Berita Batola

Wakil Ketua DPRD Batola: Pembelian Lahan Disdik Rp3 Miliar Ternyata 2 Tahun Anggaran

“Iya, pembelian tahap pertama tahun 2013 dan tahun anggaran 2015 karena lahannya masih kurag dengan total Rp3 miliar lebih"

Wakil Ketua DPRD Batola: Pembelian Lahan Disdik Rp3 Miliar Ternyata 2 Tahun Anggaran
edi nugroho
LAHAN seluas 3 hektar yang dibeli Pemkab Batola tahun 2013 silam senilai Rp3 Miliar kini jadi padang ilalang. Rencananya lahan untuk untuk membangun gedung SMK. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pembelian tanah seluas 3 hektar yang dibeli dengan APBD Kabupaten Batola senilai Rp 3Miliar di RT 51, Jalur 16, Kompleks Persada Baru 2, Kelurahan Semangat Dalam, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola ternyata dianggarkan dalam dua tahun anggaran.

“Iya, pembelian tahap pertama tahun 2013 dan tahun anggaran 2015 karena lahannya masih kurag dengan total Rp3 miliar lebih. Tahun, 2016 kita akan bangun SMK di lahan tersebut dan pada 2017 terjadi peralihan kewenangan pembangunan SMK ke provinsi,” kata Wakil Ketua DPRD Batola, Anis Riduwan, Kamis (21/9/18).

Anis berjanji akan membawa masalah pembelian tanah seluas 3 hektar yang dibeli pemkab setempat tahun 2015 silam senilai Rp 3Miliar di RT 51, Jalur 16, Kompleks Persada Baru 2, Kelurahan Semangat Dalam, Kecamatan Alalak, kabupaten setempat ke Badan Musyawarah (Banmus) DPRD setempat.

Baca: Pemkab Batola Ngaku Tak Berdaya Sikapi Banyak Honor K-2, Gagal Ikut Seleksi CPNS 2018

“Masalah pemanfaatan aset tanah seluas 3 hektar yang dibeli pemkab setempat tahun 2015 silam senilai Rp 3Miliar akan kita banmuskan. Insya Alloh sebentar lagi,” katanya.

Sementara itu, warga RT 51, Jalur 16, Kompleks Persada Baru 2, Kelurahan Semangat Dalam, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola, mengeluh. Soalnya, di lahan seluas 3 hektar yang dibeli pemkab setempat tahun 2015 silam senilai Rp 3Miliar di RT setempat sering terjadi kebakaran lahan.

Baca: Pembelian Tanah Rp3 Miliar Disdik Batola Tahun 2015 Bermasalah, Dewan Bakal Lakukan ini

“Lahan yang seperti tak bertuan ini sering menghantui kami karena saat musim kemarai sering terjadi kebakaran lahan. Lahan sangat luas mencapai 3 hektar dan di tengah-tengah perumahan,” kata Fauzan, warga RT 51, Jalur 16, Kompleks Persada Baru 2, Kelurahan Semangat Dalam, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola.

Fauzan berharap Pemkab Batola atau pemprov Kalsel yang merasa memiliki lahan 3 hektar untuk melakukan perawatan. Minimal, memotong ilalang yang sudah sedemikian lebvat dan tinggi di lokasi aset tersebut.

“Kalau musim kemarau, selalu ada kebakaran lahan di area tiga hektar tersebut. Nah, saat terjadi kebakaran lahan di Disdik Kalsel tentu warga yang repot. Informasinya lahan in mau dibangun SMK, namun sampai sekarang tak pernah terealisasi,” katanya.

Baca: Link Live Streaming Perempatfinal China Open 2018 Live MNC TV Marcus/Kevin Main

Ibrahim warga Kompleks Persada Baru 2, Kelurahan Semangat Dalam, Kecamatan Alalak, Kabupaten Batola lainnya juga mengeluhkan saat ini tak ada perhatian sama sekali dari Pemkab Batola dan Pemprov Kalsel soal lahan 3 hektar yang terlantar tersebut.

“Kalau kebakaran di lahan disdik Kalsel, saya pasti lari kencang dari rumah ikut memadamkan api. Takutnya, nanti api di lahan Disdik Kalsel itu menyambar rumah warga,” katanya.

(Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho)

Penulis: Edi Nugroho
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved