Berita Tabalong

Kejadian Terus Menurun, Dinkes Targetkan Bebas Malaria di 2020

Beberapa tahun lalu, Tabalong sempat berada si zona merah dalam kasus penyakit malaria.

Kejadian Terus Menurun, Dinkes Targetkan Bebas Malaria di 2020
banjarmasinpost.co.id/dony usman
Kepala Dinkes Tabalong, Taufiqurrahman Hamdie. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,TANJUNG - Beberapa tahun lalu, Tabalong sempat berada si zona merah dalam kasus penyakit malaria.

Ini karena serangan penyakit malaria, khususnya di tahun 2014 dan 2015 tergolong sangat tinggi.

Untuk zona merah sendiri perhitungannya apabila kasus malarianya diatas 5 orang per seribu penduduk pertahun.

Dari yang pernah disampaikan Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabalong kepada banjarmasinpost.co.id, satu lokasi yang menjadi daerah penyebaran malaria ada di hutan di kecamatan Jaro yang juga berbatasan dengan Kaltim.

Baca: Hasil Semifinal China Open 2018 - Langkah Marcus/Kevin Terhenti di Tangan Han/Zhou

Kepala Dinkes Tabalong, dr Taufiqurrahman Hamdie, membenarkan tahun 2015 Tabalong sempat berada di zona merah untuk malaria.

"Tapi sekarang suda di zona hijau, menurun drastis," katanya, Sabtu (22/9/2018).

Saat zona merah itu di tahun 2015 jumlah penderita malaria di Tabalong mencapai sekitar 1.700 orang dan sekarang sudah jauh menurun.

Menurutnya, saat itu serangan malaria menjadi tinggi karena adanya kebiasaan masyarakat yang mencari usaha dengan masuk ke kawasan hutan.

Baca: Live streaming Madura United vs Borneo FC via Link Live Streaming Indosiar Liga 1 2018 Sore Ini

Padahal di hutan daerah perbatasan yang didatangi warga itu terdapat sebuah danau yang menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk malaria.

Berdasarkan temuan itulah, dinkes kemudian melakukan pemeriksaan dilokasi tersebut untuk bisa mencari solusi agar penyebaran malaria bisa dieleminasi.

Halaman
12
Penulis: Dony Usman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved