Kriminalitas Hulu Sungai Tengah

Nongkrong di Atas Motor Sambil Nunggu Pembeli di Barabai, Taufik Diciduk Polisi Bawa Zenith

Dia terciduk polisi dari Satuan Reserse Narkoba Polres Hulu Sungai Tengah, saat menunggu pembelinya, Kamis 20 September 2018

Nongkrong di Atas Motor Sambil Nunggu Pembeli di Barabai, Taufik Diciduk Polisi Bawa Zenith
banjarmasinpost.co.id/hanani
Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, saat memberikan keterangan pers terkait Kasus Penyalahgunaan Zenith. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pengedar obat-obat jenis terlarang seperti zenith semestinya tak berani lagi menjual obat tersebut untuk disalahgunakan pembelinya.

Obat tersebut telah masuk dalam golongan psikotropika oleh Kementerian Kesehatan, yang artinya ancaman hukumannya sama dengan UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 yang ancaman hukumannya lebih tinggi dari UU Kesehatan, Nomor 36 tahun 2009.

Namun, hal tersebut tak membuat takut pelakunya, karena masih saja ada yang berani memperjual belikan obat yang telah ditarik izin edarnya tersebut. Adalah Taufik Rahman (32)_, warga Jalan Perintis Kemerdekaan Rt 06 Kelurahan Barabai Darat Kecamatan Barabai, Hulu Sungai Tengah.

Dia terciduk polisi dari Satuan Reserse Narkoba Polres Hulu Sungai Tengah, saat menunggu pembelinya, Kamis 20 September 2018, pukul 08.00 wita.

Kapolres HST AKBP Sabana Atmojo, dalam keterangan pers nya, menjelaskan, tersangka kedapatan membawa 90 butir Zenith/carnophen, 11 butir Alprazolam, uang tunai Rp 300 ribu yang diduga dari hasil penjualan obat, satu telepon gengam. Polisi juga menyita satu buah helm, satu unit sepeda motor. DA 6656 KAM.

Baca: LIVE STREAMING INDOSIAR! Live Streaming Persebaya vs Mitra Kukar Liga 1 2018 Streaming Vidio.com

Baca: Hasil Semifinal China Open 2018 - Kento Momota Siap Bertemu Anthony Ginting di Final

Baca: Hasil Akhir Timnas U-16 Indonesia vs Iran di Piala AFC U-16 2018 - Skor Akhir 2-0, Bagas & Bagus!

Sebelum terciduk, malam itu tersangka sedang duduk di atas sepedamotornya, tepatnya di depan hotel Bhima Barabai, Jalan Ganesya. Tersangka sedang menunggu pembelinya.

"Sebelumnya, anggota kami mendapatkan informasi dari masyarakat. Anggota Satnarkoba langsung nmelakukan penyelidikan dan berhasil menangkap tersangka saat duduk snatai di atas sepeda motor sambil menunggu pembeli. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan sejumlah barang bukti obat-obatan tadi. Obat tadi disimpan di dalam helm GM warna hitam yang sedang dipakai tersangka,"kata Kapolres. Tersangka dan barang bukti, kemudian dibawa ke Mapolres HST.

Saat ditanya Kapolres, tersangka mengaku baru kali itu menjual obat-obatan dengan alasan untuk mencari nafkah. Tersangka mengatakan, dia mendapatkan obat-obatan tersebut dengan membeli kepada seseorang yang dipasok dari Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Penyidik Polres HST menjerat tersangka dengan pasal 114 ayat 1 sub 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, jonto Pasal 197 jonto pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, jonto pasal 60 ayat 2 sub pasal 62 UU Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika.

Baca: Hasil (Skor) Akhir Persipura Vs Arema FC 1-0 Untuk Tuan Rumah Diwarnai Tragedi Gelandang

Baca: Hasil Latihan Bebas FP3 MotoGP Aragon 2018, Valentino Rossi Terjatuh, Petaka Duo Yamaha

Baca: Jadwal Siaran Langsung (Live) MNCTV Manchester United vs Wolverhampton Liga Inggris Pekan 6

Kapolres kembali mengimbau masyarakat, agar tak mencoba melakukan tindak pidana penyalahgunaan obat-obatan tersebut, karena hukuman berat bakal menanti.

"Kepada masyarakat, kami juga menimbau agar tak segan melaporkan jika mengtahui ada penyalahgunaan obat, baik pemakai, pengedar maupun kurir Kepada pihak kepolisian demi menyelamatkan generasi bangsa dari kerusakan akibat narkoba,"kata Kapolres. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved