Berita Kotabaru

Untuk Pembayaran Gaji Karyawan, Zainal Sebut PT BRI Bersedia Jual Aset

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Zainal Arifin menyatakan, manajemen PT Bumi Raya Investindo (BRI)

Untuk Pembayaran Gaji Karyawan, Zainal Sebut PT BRI Bersedia Jual Aset
banjarmasinpost.co.id/herliansyah
Ahmad Jayadi Ketua Serikat Pekerja sekaligus salah satu karyawan PT BRI mendesak, pemerintah daerah segera menyelesaikan masalah karyawan tidak dibayarkan gajinya dalam tiga bulan berjalan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Zainal Arifin menyatakan, manajemen PT Bumi Raya Investindo (BRI) bersedia menjual aset berupa crude palm oil (CPO) dan minyak kotor yang masih ada di perusahaan.

Kesiapan manajemen PT BRI menjual aset, berdasarkan hasil rapat tindak lanjut aksi ratusan karyawan beberapa hari lalu menggeruduk kantor DPRD Kotabaru, menuntut pembayaran gaji selama tiga bulan berjalan (Juli-September).

"Saat rapat yang hadir manager personalia dan beberapa orang dari PT BRI. Manajemen dari pusat tidak ada, tapi setuju aset dijual ke pihak lain. Saat rapat juga hadir perwakilan karyawan, difasilitasi dinas ketenagakerjaan," jelas Zainal kepada banjarmasinpost.co.id, Sabtu (22/9/2018).

Baca: Mewahnya Baju dan Aksesori Syahrini Saat Konser, ini Momen-momennya di Belakang Panggung

Hanya menurut Zainal, kendati ada titik terang sekaligus jangka pendek penyelesaian persoalan. N, namun belum ada kesepakatan antara perusahaan dengan karyawan.

Karyawan menolak, karena sebelum proses penjualan aset perusahaan meminta karyawan untuk bekerja.

Karena prapenjualan aset menggunakan tenaga untuk pekerjaan.

"Perusahaan minta beberapa orang karyawaan bertugas di pabrik untuk bekerja, karena CPO yang beku perlu dipanaskan. Karyawan menolak, sebelum gaji mereka terdahulu dibayarkan dulu," ungkapnya.

Baca: Formasi CPNS 2018 Untuk Lulusan SMK Hingga S2 di Kemensos RI Cek di Pendaftaran Sscn.bkn.go.id

Zainal memperkirakan aset yang akan dijual perusahaan cukup untuk penyelesaian masalah jangka pendek, perusahaan memiliki stok CPO lebih kurang 500 ton.

"Sementara ini perusahaan mengalami masalah keuangan. Sudah ada yang mau membeli seharga Rp 3.500 perkilo. Kalau dikalikan ada sekitar Rp 1,750 miliar. Bisa sementara dulu menutupi kekurangan gaji. Perlunya kan sekitar Rp 2 miliaran. Ini untuk penyelesaian masalah jangka pendek," kata Zainal.

Untuk jangka panjang, penyelesaian soal gaji termasuk BPJS karyawan diduga tidak disetorkan perusahaan, masih menurut Zainal, penyelesaian masalah ini harus melibatkan manajemen PT BRI pusat, Jakarta.

Baca: Pilih Hanya Satu Formasi CPNS 2018, Link Lengkap Lowongan CPNS 2018 di Pendaftaran Sscn.bkn.go.id

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved