Ekonomi dan Bisnis

Dari Anyaman Manual Hingga Lihai Gunakan Mesin, Simak Kisah Sukses Muslimah

Purun merupakan tanaman sejenis rumput yang tumbuh di rawa-rawa, dan dapat dijadikan aneka kerajinan

Dari Anyaman Manual Hingga Lihai Gunakan Mesin, Simak Kisah Sukses Muslimah
Istimewa
Muslimah perajin purun saat memamerkan produknya di Kalsel Expo belum lama ini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Berbagai macam kerajinan khas Kalimantan Selatan (Kalsel) yang kini masih terjaga adalah anyaman berbahan purun.

Purun merupakan tanaman sejenis rumput yang tumbuh di rawa-rawa, dan dapat dijadikan aneka kerajinan seperti tas, topi, dompet, keranjang, hingga kotak tisu.

Satu di antara perajin anyaman purun hingga saat ini adalah warga Kabupaten Tapin, Muslimah, ia mengaku berbisnis ini sejak 2011.

Ia menceritakan pertama kali menekuni sebagai perajin memproduksi purun hingga menjadi produk yang modis dan bergengsi hanya secara manual atau menjahit pakai tangan.

Baca: Gagal Dinikahi Wakil Rakyat, Shinta Bachir: Setelah Dilamar Itu Baru Ketahuan Aslinya

"Awal-awal produksinya dari jahit pakai tangan atau manual, tapi sekarang sudah menggunakan mesin karena dibantu dan dibina juga oleh Bank Indonesia (BI)," ujar Muslimah.

Baca: Kalteng Minta Jatah Menteri, Gubernur: Seluruh Kepala Daerah Dukung Jokowi-Maruf

Ia menuturkan dari purun bisa menjadikan produk seperti anyaman tikar, topi purun, dompet, tas, dan kotak tisu.

Dalam seminggu saja saat ini Muslimah bisa memproduksi 50 produk kreatif yang berbahan dasar purun.

Untuk pemasaran ia selalu mengikut sertakan produknya oleh Pemerentah Daerah, Disperindag melalui pameran-pameran yang diadakan di dalam dan luar kota.

Baca: Instastory Terakhir Haringga Sebelum Tewas Dikeroyok Oknum Bobotoh Jelang Laga Persib vs Persija

"Alhamdulillah dari ikut pameran hasil kerajinan mulai dikenal orang banyak, dan ada saja yg mau pesan untuk dipakai sendiri atau juga dijual kembali," ucapnya.

Soal desain, ia juga selalu berinovasi memberikan sentuhan kekinian agar tidak ketinggalan zaman, seperti mengkombinasikan tas purun dengan kain sasirangan.

"Strategi kami selalu melihat pasar, model tas yang lagi ramai dipakai orang, supaya produk dari kami tidak hanya itu-itu saja dari segi model dan motif," kata dia.

Baca: Laporkan Dana Kampanye, Pasangan Jokowi-Maruf Ternyata Lebih Gede Ketimbang Prabowo-Sandi

Harga yang ia banderol untuk dompet purun dari Rp 20 ribu sampai Rp 70 ribu, produk tas dijual dari Rp 50 ribu sampai Rp 250 ribu, tikar Rp 35 ribu per lembar, topi purun Rp 40 ribu per kode, dan kotak tisu Rp 40 ribu.

Dalam sebulan Muslimah bisa meraup omzet Rp 6 juta hingga Rp 7 juta.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved