Pilpres 2019

Deklarasi Damai, Lima Menit Hadir SBY Meninggalkan Barisan karena Melihat ini

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan aksi walk out (WO) dari acara deklarasi damai

Deklarasi Damai, Lima Menit Hadir SBY Meninggalkan Barisan karena Melihat ini
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan aksi walk out (WO) dari acara deklarasi damai dalam rangka Pemilu 2019 di Monas, Jakarta, Minggu (23/9).

"Tadi teman-teman lihat Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) hadir. Tapi baru kira-kira lima menit tadi ikut defile, beliau (SBY) turun dan walk out meninggalkan barisan," kata Hinca Panjaitan, Sekjen Partai Demokrat ditemui usai acara deklarasi kampanye damai.

Menurut Hinca, SBY walk out karena melihat banyak sekali aturan main yang dilanggar, tak sesuai dengan apa yang disepakati dari awal.

Baca: Kampanye Dimulai, Inilah Saham-saham yang Perlu Diwaspadai Jelang Pilpres 2019

"Misalnya kita sepakat pakaian adat saja, dan tidak membawa parpol apalagi membawa atribut begitu banyak sehingga terkesan sudah kampanye," kata Hinca.

Terkait hal itu, Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin meminta maaf kepada SBY.

Permohonan maaf disampaikan usai SBY pergi meninggalkan arena deklarasi kampanye damai di Lapangan Monas, Jakarta Pusat.

Baca: 5 Fakta Tewasnya The Jakmania, Bikin Tambah Angker Laga Maut Persib vs Persija

"Kalau itu terjadi dan membuat Pak SBY tidak berkenan, kami mohon maaf. Karena tidak ada sesuatu hal yang kami inginkan dan kami sangat menghormati Pak SBY, yang tidak hanya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat tapi juga sebagai presiden keenam," ujar Aria Bima, Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf.

Kata Politisi PDIP itu, tak ada sedikitpun niat timnya mengganggu SBY saat parade berlangsung.

Menurutnya, keberadaan relawan Jokowi di area sekitar acara parade sudah diketahui timnya.

Baca: KPK Bakal Korek Lagi Mulut Setya Novanto, Cari Calon Aktor Baru Kasus E-KTP

Para relawan sengaja diarahkan TKN menunggu di luar Monas karena dilarang masuk kawasan deklarasi kampanye damai.

"Itu sudah menjadi wilayah umum, tidak bisa lagi kita melakukan pelarangan buat para timses. Saya yakin betul tak ada atribut dari TKN dalam bentuk bendera dan yel-yel dan sebagainya yang dilarang," ujar Aria Bima.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved