Berita Banjarmasin

Pernikahan Dini Usia Anak di Kalsel Masih Tinggi, Terbanyak Ternyata di Tempat Ini

Hj Husnul Hatimah, SH MH mengatakan bahwa pernikahan diusia anak di Kalsel angkanya masih terbilang tinggi.

Pernikahan Dini Usia Anak di Kalsel Masih Tinggi, Terbanyak Ternyata di Tempat Ini
Airul Syahrif
Acara Hari Anak Nasional, di Hotel Rodhita, Banjarmasin, Minggu (23/9/2018) siang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMAS

Baca: Kronologis Tewasnya Anggota The Jakmania, Haringga Sirila Jelang Persib vs Persija Liga 1 2018

IN - Angka pernikahan dini diusia anak rupanya banyak menimbulkan dampak terhadap anak yang dilahirkan. Usia anak yaitu sejak mereka dalam kandungan hinggu berumur 18 tahun.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Hj Husnul Hatimah, SH MH mengatakan bahwa pernikahan diusia anak di Kalsel angkanya masih terbilang tinggi.

"Kalau di Kalsel ini pernikahan diusia anaknya masih tinggi. Walaupun persyaratan mengenai pernikahan diusia anak ini sudah diperketat di kabupaten dan kota, tetapi para orangtua belum memahami hak-hak anak. Dan belum memahami dampak dari perkawinan diusia anak," tuturnya ada banjarmasinpost.co.id seusai acara Hari Anak Nasional, di Hotel Rodhita, Banjarmasin, Minggu (23/9/2018) siang.

Baca: Kampanye Dimulai, Inilah Saham-saham yang Perlu Diwaspadai Jelang Pilpres 2019

Dikatakannya bahwa pernikahan dini ini juga dapat merampas hak-hak anak.

"Dari semua perkawinan di Kalsel, 20 persennya merupakan usia anak-anak, di bawah umur 18 tahun. Di antaranya yang tinggi itu ada di daerah Tapin, Kotabaru, HSU, dan Kota Banjarmasin juga termasuk tinggi," ujarnya.

Dirinya akan terus melakukan pelatihan kepada tenaga penyuluhan di Kabupaten/Kota mengenai hak-hak anak.

Dampak dari pernikahan dini di usia anak akan menyebabkan berbagai dampak. Di antaranya yaitu stunting, anak kurang gizi, alat reproduksinya belum matang sehingga menyebabkan angka kematian ibu melahirkan tinggi, anak yang lahir nutrisinya kurang, dan lainnya. Ini nantinya akan menyebabkan terhadap kualitas anak dan masa depan anak.

Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama, umumnya karena asupan makan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun.

(Banjarmasinpost.co.id/airul syahrif)

Penulis: Airul Syahrif
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved