Rangkaian Harjad Kota Banjarmasin ke 492

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Luncurkan Tiga Buku Saat Puncak Hari Jadi Kota Banjarmasin

Tahun ini, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina dan Hermansyah memanfaatkan momentum tersebut untuk memberikan hadiah kepada seluruh warga

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Luncurkan Tiga Buku Saat Puncak Hari Jadi Kota Banjarmasin
HO/humas pemko Banjarmasin
Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina dan Wakil Wali Kota Banjarmasin saat memberikan sambutan saat Hari Jadi Kota Banjarmasin yang ke-492, Senin (24/9/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Peringatan Hari Jadi Kota Banjarmasin ke-492 yang digelar di Siring Balai Kota Banjarmasin, sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, Wali Kota Banjarmasin,  Ibnu Sina dan Hermansyah memanfaatkan momentum tersebut untuk memberikan hadiah kepada seluruh warga kota berjuluk seribu sungai, dengan meluncurkan tiga buah buku.

Buku pertama berjudul  Salanjung Kilas Balik Geliat  Banua Saribu Sungai, Banjarmasin Dari Masa Ke Masa, Dan Buku Manusia Sungai. Buku tersebut ditulis oleh Prof.M.P. Lambut, EMS. “Buku ini merupakan napak tilas perjalanan sejarah yang berliku-liku  dan panjang, mengenai fakta-fakta kehidupan berbudaya Suku Banjar, khususnya kehidupan sosial pada pemanfaatan sungai dan jukung (perahu) sebagai alat kehidupan, pada masa kolonial dan sebelumnya,” ujar Ibnu Sina, Senin (24/9).

Buku kedua yang diluncurkan berjudul Bandjarmasin Tempo Doeloe, ditulis oleh Mansyur bercerita tentang Ekologi Kota Banjarmasin dalam sudut pandang sejarah, interaksi antara manusia dan alam sekitarnya pada masa kolonial.

Sedangkan buku ketiga adalah tentang Kongres Sungai Indonesia, ditulis jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin. “Buku ini merupakan hasil dari Kongres Sungai Indonesia ke III yang berlangsung di Kota Banjarmasin pada bulan Nopember 2017, dari kongres tersebut menghasilkan lima  Maklumat Banjarmasin.

Salah satunya menyatakan sungai sebagai urat nadi peradaban maritim yang tak bisa dipisahkan dari pembangunan tol laut Indonesia dan poros maritim dunia. prinsip pengelolaan sungai one river one management, karena banyak sungai berada di lintas kabupaten, kota bahkan provinsi selanjutnya diperlukan adanya badan otoritas sungai,” katanya.

Mantan anggota DPRD Kalsel ini berharap, buku yang telah diluncurkan tersebut menjadi inspirasi semua pihak, dalam rangka mewujudkan Kota Banjarmasin yang lebih baik ke depan. (aol/*)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved