Berita Kabupaten Banjar

Wisata Bukit Atawang, Jurnalis Pun Ikut Andil Dalam Pengembangan

Bukit Atawang, satu bukit di Desa Tiwingan, Kecamatan Aranio kini menjadi lokasi wisata alam.

Wisata Bukit Atawang, Jurnalis Pun Ikut Andil Dalam Pengembangan
kiriman PT TIA untuk Banjarmasin Post
Sejumlah jurnalis dan rombongan dari PT TIA dan PT ABM Investama abk melakukan penanaman pohon di Bukit Atawang, Tiwingan, Selasa (26/9). Satu bukit wisata yang ada di Kecamatan Aranio 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Bukit Atawang, satu bukit di Desa Tiwingan, Kecamatan Aranio kini menjadi lokasi wisata alam.

Bahkan sejumlah pendopo dan taman disajikan pada tempat tersebut.

Melalui ketinggian, pengunjung pun dapat menikmati pemandangan alam pegunungan dan danau.

Dilokasi itu pula, sejumlah jurnalis dari media nasional dan lokal turut andil pada pengembangan wisata Bukit Atawang.

Baca: Ungkapan Ahmad Dhani Soal Hubungan Maia Estianty dan Mulan Jameela, Cuma Bilang Ini

Mereka melakukan penanaman pohon beserta rombongan dari PT Tunas Inti Abadi,Tanah Bumbu, sebagai pengelola wisata tersebut dan PT ABM Investama Tbk, Selasa (25/9/2018).

Dipilihnya Bukit Atawang sebagai tempat rehabilitasi PT TIA yang nantinya akan diberi nama Tiwingan Tia dikatakan oleh Direktur Tekhnik Tambang Tunas Inti Abadi, Hari Sutikno karena tempat tersebut dianggap kritis.

Sehingga diperlukan penanaman.

Baca: Menikah dengan Daniel Rigan, Ini Penegasan Bella Shofie Soal Kabar Merebut Suami Orang

Tak tanggung-tanggung, pohon yang ditanam pada bukit tersebut merupakan pohon ulin.

Sehingga jangka waktu hidup pun lebih lama daripada pohon lain pada umumnya.

"Bukit ini masuk lokasi Tahura Sultan Adam. Oleh Dinas Kehutanan, wilayah ini dianggap kritis, sehingga kami melakukan rehabilitasi DAS disini," terang Hari.

Baca: Jokowi Tak Lagi Bagi-bagi Sepeda Setelah Dapat Imbauan dari Bawaslu Jelang Pilpres 2019

Selain itu, sejumlah tanaman lainnya juga ditanam di bukit tersebut.

Di antaranya tanaman durian, mahoni, campedak dan kemiri yang dianggap bermanfaat bagi masyarakat setempat.

Setelah tiga tahun dikelola di bawah PT TIA, Hari mengatakan tempat dan segala tumbuhan serta fasilitas di kawasan tersebut nantinya akan diserahkan kepada masyarakat.

Bahkan saat ini pun masyarakatlah yang telah mengelola tempat rehabilitasi yang menjadi wisata itu.

(Banjarmasinpost.co.id/ Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help