Berita HST

169 Penyuluh KB HSt Berkumpul di Desa Natih Batangalai, Ini Tujuannya

Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan itu juga sebagai ajang bertukar informasi, terkait pelaksanaan tugas di lapangan.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Sebanyak 169 Pembantu Penyuluh Keluarga Berencana Desa (PPKBD) se Hulu Sungai Tengah, dikumpulkan di Desa Natih, Kecamatan Batangalai  Batangalai Timur,dalam rangka kegiatan jambore Gesit 2018. Mereka adalah pembantu penyluh dari 11 Kecamatan.

 Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana, Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB PP dan PA) HST tersebut, selain sebagai ajang silaturahmi, juga sebagai ajang bertukar informasi, terkait pelaksanaan tugas di lapangan.

Kepala Dinsos PPKB PP dan PA HST,  HM Yusuf  Rabu (26/9/2018) menejaskan, melalui pertemuan tersebut, diharapkan tercipta hubungan kerja yang baik antara Pemkab HST dan kader KB atau PPKBD se Kabupaten HST. Pertemuan di objek wisata sungai, Desa Natih tersebut kaya Yusuf dinamakan Jambore Gesit PPKBD se HST.

Sebanyak 169 PPKBD merupakan ujung tombak pelaksana tugas di lapangan.

Baca: Mendaftar CPNS 2018 di Link Sscn.bkn.go.id Pakai HP, BKN Ingatkan Pelamar Pendaftaran CPNS 2018

Baca: 5 Info Penting BKN & 9 Kesalahan Saat Daftar CPNS di Link sscn.bkn.go.id, Pendaftaran CPNS 2018

“Mereka perpanjangan tangan dari Penyuluh KB yang bertugas di Kecamatan. Tugasnya, menyalurkan alat kontrasepsi di tingkat desa. Mereka juga ikut membantu  Penyuluh Keluarga Berencana ( PKB ) dalam melaksanakan penyuluhan di desa,”katanya.

Pertemuan tersebut diisi dengan tanya jawab dan sharing. Salah satu peserta berharap, pihak dinas lebihsering melaksanakan pertemuan seperti itu dengan agenda rutin. “Karena menurut kami sangat bermanfaat untuk saling tukar informasi sesama petugas PPKBD, serta saling memberi masukan untuk solusi jika ada masalah di lapangan,”katanya.

Peserta juga berharap, mereka diberi kartu identitas, agar masyarakat percaya bahwa para PPKBD merupakan petugas yang diperbantukan secara resmi oleh Pemkab HST. “Soalnya banyak warga  yang enggan diberikan penyuluhan, salah satunya karena petugas PPKBD tidak dilengkapi dengan kartu identitas,”katanya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)  

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help