Berita HST

Bertikai Masalah Sumber Air, Kades Haruyan Dayak, Janji Bangun Jaringan Pipa ke Seluruh Rumah Warga

Hukum secara tak tertulis yang berlaku di kalangan warga adat tersebut, melarang warga mandi dan buang air besar dan kecil sembarangan

Bertikai Masalah Sumber Air, Kades Haruyan Dayak, Janji Bangun Jaringan Pipa ke Seluruh Rumah Warga
istimewa
Air terjun Tamburasak, salah satu sumber mata air di Desa Tamburasak, Haruyan Dayak, Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Warga suku Dayak Meratus, mengandalkan sumber air di pegunungan untuk kegiatan mandi, cuci, kakus (MCK). Meski demkian, secara adat dan tradisi mereka punya aturan sendiri dalam memperlakukan sumber mata air. Seperti berlaku di Desa Haruyan Dayak, Kecamatan Hantakan, Hulu Sungai Tengah.

Hukum secara tak tertulis yang berlaku di kalangan warga adat tersebut,  melarang warga mandi dan buang air besar dan kecil  sembarangan. Khususnya di titik lokasi sumber mata air teratas pegunungan. Untuk keperluan mandi, mencuci dan buang air, ada kesepakatan bahwa hanya boleh di satu titik yaitu di bagian bawah hulu sungai.

“Aturan itu tujuannya menjaga kebersihan air untuk kebutuhan konsumsi memasak dan minum,” kata Kades Haruyan Dayak, Suhadi Anang, kepada banjarmasinpost.co.id, Rabu (26/9/2018).

Menurut Kades, sampai saat ini, hanya beberapa warga yang memiliki WC  di dalam rumah sehingga sebagian besar masih BAB di sungai.

Baca: Mendaftar CPNS 2018 di Link Sscn.bkn.go.id Pakai HP, BKN Ingatkan Pelamar Pendaftaran CPNS 2018

Baca: Tata Cara Registrasi & Alur Mendaftar CPNS, Link sscn.bkn.go.id, Pendaftaran CPNS 2018 di Sini!

 Meski demikian, antarwarga, sangat ketat dalam memberlakukan aturan adat. Unttuk MCK tersebut, seluruh keluarga di kawasan kampung, hanya terfokus di satu titik yaitu di bagian bawah hulu mata air. “Sebab, kalau tidak di atur seperti itu, sumber mata air di bagian atas juga terkena kotoran. Sedangkan untuk konsumsi kami mengambil dari atas pegunungan,”kata Suhadi.

Menurut Kades, belum lama tadi ada warga yang tak menaati kesepakatan tersebut, sehingga menimbulkan pertikaian antara Solihin dan Karba, yang tinggal di Muara Biang, anak Desa Haruyan Dayak. Gara-garanya, salah satu menggunakan sumber mata air semaunya, tanpa mempertimbangkan warga lainnya yang menjaga sumber mata air untuk konsumsi memasak.

Namun, kedua warga bertikai tersebut, sudah dimediasi di Kantor Desa, yang juga difasilitasi Kapolsek Hantakan, Iptu Tarjono. Setelah diadakan mediasi, diberi pemahaman, bahwa sumber mata air yang terjaga kebersihannya untuk kepentingan bersama, akhirnya keduanya sepakat berdamai.

Baca: Jadwal Live Trans7 MotoGP Thailand 2018 - Performa Marc Marquez Bikin Cal Crutchlow Protes

Baca: Prediksi & Link Live Streaming MNC TV Timnas U-16 Indonesia vs India di Piala AFC U-16 2018

“Pihak yang melanggar kesepakatan adat, tidak boleh menggunakan mata air sembarang tempat untuk MCK, akhinya bersedia menandatangani perjanjian. Juga bersedia diproses hukum jika melanggar,”kata Suhadi.  Dijelaskan, saat ini sebagian warga Desa Haruyan Dayak sudah dialiri air bersih  dari sumber pegunungan Meratus  tersebut melalui pemasangan pipa,yang merupakan program desa.

Suhadi pun berjanji, pada 2019-2020 seluruh warga bakal mendapat sambungan pipa untuk air bersih tersebut, ke rumah-rumah. Program terebut, sebagai lanjutan program pemerintah desa yang menggunakan dana desa.  

“Kami juga upayakan, agar kebiasaan BAB di sungai ditinggalkan, melalui program WC, umum. Untuk itu, kami meminta dukungan dari Pemkab HST dalam hal penganggarannya di dana desa,”kata Suhadi.  (banjarmasinpost.co.id/hanani )

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help