Saraba Kawa

Bupati Panen Perdana Jagung Hibrida, Bisa Tingkatkan Perekonomian Petani

Jagung hibrida sekitar 28 ton berhasil didapatkan dalam budidaya di lahan seluas 4 hektare di Desa Simpung Layung, Kecamatan Muarauya

Bupati Panen Perdana Jagung Hibrida, Bisa Tingkatkan Perekonomian Petani
diskominfo tabalong untuk bpost online
Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani (tengah) saat ikut memanen jagung 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Jagung hibrida sekitar 28 ton berhasil didapatkan dalam budidaya di lahan seluas 4 hektare di Desa Simpung Layung, Kecamatan Muarauya, Tabalong.

Dengan hasil panen ini maka didapat lagi satu peluang yang cukup menjanjikan untuk bisa meningkatkan perekonomian para petani.

Hal ini pun disampaikan Bupati Tabalong, H Anang Syakhfiani saat panen perdana jagung hibrida yang dilaksanakan Perumda Tabalong Jaya Persada bekerjasama dengan Brigade Tani Banua, Selasa (25/9/2018).

Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani bersama pejabat lainnya memperlihatkan jagung yang dipanen

Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani bersama pejabat lainnya memperlihatkan

jagung yang dipanen (diskominfo tabalong untuk bpost online)

Menurut bupati dengan hasil panen sekitar 28 ton di lahan 4 hektare, tanaman jagung hibirida ini cukup menjanjikan dalam perekonomian usaha tani di Tabalong

“Jadi hari ini kami punya pengalaman pertama dalam panen jagung hibrida yaitu jagung khusus pakan ternak dimana tingkat kadar kekeringannya sudah 20 persen dibandingkan dengan jagung basah pada umumnya," ungkap Anang.

Selain itu, imbuhnya, dari harga kalau benar-benar kering, perkilonya bisa mencapai Rp.3.000, sehingga tanaman ini menjanjikan dalam peningkatan perekonomian petani.

Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani memperhatikan proses dari mesin perontok jagung

Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani memperhatikan proses dari mesin perontok

jagung (diskominfo tabalong untuk bpost online)

Untuk Tabalong sendiri, melihat hasil panen yang ada maka mempunyai peluang menjadi penghasil jagung terbesar di wilayah utara Provinsi Kalimantan Selatan.

Kemudian agar di dalam satu lahan bisa mendapatkan hasil maksimal, maka merencanakan agar petani bisa melakukan sistem tumpang sari, tanaman jagung dengan tanaman lainnnya, misal dengan tanaman Nilam (minyak harum) seperti yang dimiliki Kabupaten Opasaman yag terletak di Sumatera Barat.

“Kenapa saya mempunyai rencana seperti itu, karena tanaman nilam mempunyai harga yang mahal perliternya, karena jenis tanaman ini memerlukan peneduh dan tanaman jagung cocok dengan tanaman ini,“ jelasnya.

Sementara itu Ketua Brigade Tani Banua (Britaba), Yuni Khairurazikin, menyampaikan, hasil panen jagung pakan ternak ini memerlukan waktu 5-6 bulan dalam setiap hasil panennya.

Dimana awal penanam memerlukan waktu sekitar dua minggu yang selesai dalam luasan 4 hektar. (*/aol)

Penulis: Dony Usman
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved