Berita Kabupaten Banjar

Kejaksaan Banjar Minta Keterangan Direktur PT Banjar Intan Mandiri Gusti Chairansyah Selama 4 Jam

Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar memintai keterangan mantan Direktur PT Banjar Intan Mandiri (BIM), Chariansyah.

Kejaksaan Banjar Minta Keterangan Direktur PT Banjar Intan Mandiri Gusti Chairansyah Selama 4 Jam
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaily
Kasiepidsus Kejari Banjar, Tri Taruna Fariadi dan Jaksa Fungsional, Syaiful Bahri. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURAKejaksaan Negeri Kabupaten Banjar memintai keterangan mantan Direktur PT Banjar Intan Mandiri (BIM), Chariansyah dimintai keterangan, Rabu (26/9/2018). Dirinya tiba di Kantor Kejaksaan Negeri di Martapura itu pukul 10.00 wita sampai pukul 13.00 wita.

Pemanggilan ini merupakan yang kedua kali bagi Chairansyah. Sebelumnya dirinya memenuhi panggilan dari korps baju cokelat itu pada Rabu (19/9) lalu.

Kasipidsus Kejari Kabupaten Banjar, Fariadi membenarkan pihaknya kembali meminta keterangan Chairansyah. Pemeriksaan berlangsung selama empat jam.

“Kan proses penyelidikan, tentunya ada progres. Tunggu saja,” pungkas Tri Taruna.

Diberitakan sebelumnya, Chairansyah menjabat direktur PT BIM sejak 2008 sampai 2015. Saat pemanggilan pertama, dia mengatakan hanya dimintai informasi riwayat berdirinya PT BIM serta perkembangannya semasa masih menjadi direktur. Dirinya pun menyampaikan apa yang diminta oleh jaksa di Kejari Kabupaten Banjar.

Baca: 5 Info Penting BKN & 9 Kesalahan Saat Daftar CPNS di Link sscn.bkn.go.id, Pendaftaran CPNS 2018

Baca: Mendaftar CPNS 2018 di Link Sscn.bkn.go.id Pakai HP, BKN Ingatkan Pelamar Pendaftaran CPNS 2018

Saat ditemui di kediamannya beberapa waktu lalu, Chairansyah menjelaskan bahwa tidak ada permasalahan, karena penyertaan modal untuk mendirikan perusahaan PT BIM. Perusahaan merupakan milik pemerintah daerah, terkait beredarnya wacana di DPRD Banjar untuk pembubaran PT BIM maka sepenuhnya kewenangan pemerintah daerah, dirinya tidak mau berkomentar terkait itu.

Dana penyertaan modal sebesar Rp 5 miliar lebih digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan, ada gaji karyawan, investasi, biaya kantor dan macam-macam.

Semasa dirinya masih di PT BIM, sudah ada memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah, setiap tahun ada angkutan laba, karena memang usaha pertama hanya angkutan dan barulah dalam perjalanannya ada PKP2B.

"Saya, jajaran direksi serta bupati kala itu akhirnya mengambil PKP2B, dijembatani kementerian ESDM. Prosesnya normatif saja," tegasnya.

Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar bekerja keras dalam mengusut dugaan penyelewangan dana di PT Banjar Indah Mandiri (BIM). Sedikitnya sudah enam orang dari PT BIM dimintai keterangan.

Baca: Gagal Mendaftar di Link sscn.bkn.go.id? Perhatikan 7 Hal Penting Sebelum Pendaftaran CPNS 2018

Baca: Bagini Alur dan Tatacara Daftar CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id, Nova Sempat Bingung!

Proses penyelidikan tidak hanya terbatas diinternal PT BIM, bahkan info didapat proses operasional usaha angkutan PT BIM juga ditelisik, seperti pembelian bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional PT BIM.

Diduga dalam proses pembelian BBM untuk armada usaha transportasi PT BIM di SPBU Jalan A Yani Martapura, dekat Q Mall juga ada penyelewengan.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar, Muji Martopo mengatakan, pihaknya terus lanjut untuk melakukan penyelidikan di PT BIM. Dirinya pun mempersilakan bagi kalangan media yang ingin menanyakan perkembangan kasusnya untuk menghubungi Kasipidsus atau Kasiintel.

Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar mengusut aliran dana penyertaan modal dari APBD Kabupaten Banjar sebesar Rp 5 miliar kepada PT Banjar Intan Mandiri (BIM). Jajaran direksi perusahaan daerah itu sudah dimintai keterangan.

Kejari Kabupaten Banjar mendapat laporan ada dana penyertaan modal kepada PT BIM pada 2011, 2012 untuk PT BIM. Pihaknya mempertanyakan pertanggungjawabannya seperti yang sudah diatur dalam Perda. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved