Berita Hulu Sungai Selatan

Puluhan Warga HSS Kembali Serahkan Alat Setrumnya, Ini Kata AKBP Rahmat

Untuk Desa Tanjung Selor pertemuan dilakukan di rumah Kepala Desa Tanjung Selor Suryani.

Puluhan Warga HSS Kembali Serahkan Alat Setrumnya, Ini Kata AKBP Rahmat
Istimewa
Penyerahan alat setrum warga kepada Kapolsek Daha Selatan. 

BANJARMASIN POST.CO.ID, KANDANGAN - Puluhan masyarakat dari Desa Tanjung Selor dan Desa Badaun Kecamatan Daha Barat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dengan suka rela kembali menyerahkan peralatan setrumnya.

Untuk Desa Tanjung Selor pertemuan dilakukan di rumah Kepala Desa Tanjung Selor Suryani. Ada 88 warga yang menyerahkan alat setrumnya berupa stik setrum, kapasitor dan genset.

Untuk warga Desa Badaun ada 13 warga yang menyerahkan alat setrum berupa dinamo, kapasitor dan serok.

Pertemuan silaturahmi dan penyerahan alat setrum itu dilaksanakan pada Selasa, (25/9) dihadiri Kapolsek Daha Selatan IPTU Hilmi Wansyah, Camat Daha Barat Kusairi dan para tokoh warga setempat.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Link Live Streaming Korea Open 2018, Hari Ini Ginting dan Jojo Main

Baca: Tata Cara Registrasi & Alur Mendaftar CPNS, Link sscn.bkn.go.id, Pendaftaran CPNS 2018 di Sini!

Baca: Formasi Kemenag di CPNS 2018, Paling Banyak Guru yang Dicari, Detailnya Klik Link Berikut

Kapolres HSS AKBP Rahmat Budi Handoko melalui Kapolsek Daha Selatan IPTU Hilmi Wansyah mengatakan masyarakat dengan suka rela menyerahkan alat setrumnya.

"Dari warga Desa Tanjung Selor ada sebanyak 88 warga yang menyerahkan alat setrumnya secara suka rela. Untuk
Desa Badaun ada 13 warga," katanya, Rabu, (26/9).

Sebelumnya penyerahan alat setrum, pertemuan dan silaturahmi dilakukan lebih dulu untuk menjalani persaudaraan serta kebersamaan antar warga.

Pihaknya terus menghimbau kepada masyarakat yang masih ada melakukan kegiatan menyetrum ikan disungai agar segera menghentikan dan akan lebih baik menyerahkan alat setrum ikan kepada pihak berwajib.

Selain mengingatkan terkait ilegal fishing, pihaknya juga mengingatkan agar tidak ada lagi pembakaran lahan dengan alasan membuka lahan untuk berkebun.

"Kesadaran masyarakat untuk tidak lagi melakukan kegiatan ilegal fishing di wilayah Daha terus meningkat. Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat itu, warga juga bersedia menyerahkan alat setrumnya kepada aparat berwajib dengan sukarela," bebernya.

Pihaknya juga menyampaikan himbauan yang bertujuan untuk memberikan kesadaran hukum tentang larangan kegiatan penyetruman ikan.

Sehingga dapat menjadi contoh warga masyarakat lainnya yang masih belum sadar untuk tidak lagi melakukan penyetruman ikan.

"Kita juga menyampaikan komitmen kepolisian untuk menindak tegas kepada oknum masyarakat yang masih mencari ikan dengan alat setrum," tambahnya. (Rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved