Berita Hulu Sungai Tengah

50 Hektare Tanaman Padi Gogo di Desa Pandanu Dipanen

Panen raya padi gapungga digelar di Desa Pandanu, juga dilaksanakan penanaman pohon jengkol, sebagai upaya peremajaan tanaman

50 Hektare Tanaman Padi Gogo di Desa Pandanu Dipanen
istimewa/polres HST
KETERANGAN FOTO : Sekda HST HA Tamzil, Wakapolres HST, Kasdim 1002 Barabai, serta jajaran Dinas Pertanian saat panen padi di Desa Pandanu, Kecamatan Haruyan, Hulu Sungai Tengah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Panen raya padi gapungga digelar di Desa Pandanu, juga dilaksanakan penanaman pohon jengkol, sebagai upaya peremajaan tanaman buah berbau khas tersebut.

Humas Polres HST Bripka M Husaini, Kamis (27/9/2018) menjelaskan, Kegiatan di Pudak, anak Desa Pandanu, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah tersebut, juga diikuti jajaran  pemerintahan.

Hadir pula Danramil Haruyan, Camat Haruyan, Kepala Balai Pertanian se-HST, Kades Pandanu, tokoh masyarakat, tokoh agama serta undangan lainnya.

Pada kesempatan itu, dilaksanakan pemotongan padi menggunakan arit oleh Sekda HST, Wakapolres HST, serta Kasdim sebagai tanda dimulainya panen raya padi gapungga.

Baca: PT LIB dan Barito Putera Laksanakan Workshop Pengelolaan Digital Media

Adapun total luas lahan padi yang dipanen, meliputi 50 hektare.

Setelah pemotongan pertama tangkai padi, dilanjutkan tanam perdana padi gogo, serta pohon jengkol di lahan milik Gapoktan Maju Bersama, di Panggadungan Desa Haruyan Seberang, Kecamatan Haruyan.

Adapun total luas lahan yang ditanami padi gogo dan pohon jengkol seluas 100 hektare.

Sebelumnya, panen padi gapungga oleh gabungan kelompok petani di Desa Pandanu  berhasil  dilakukan, dengan hasil memuaskan.

Desa Pandanu sendiri merupakan salah satu desa penghasil padi, yang mendukung surplus pangan di HST selain di desa-desa lainnya di HST seperti di Kecamatan Pandawan, Batubenawa, Batangalai Selatan serta kecamatan lainnya.

Baca: Pengakuan Pelatih India Jelang Timnas U-16 Indonesia vs India di Piala AFC U-16 2018 Live MNC TV

Mengenai program penanaman jengkol, menurut warga setempat sebagai peremajaan, karena saat ini pohon tanaman tersebut buahnya bernilai ekonomis tinggi.

Tak hanya diminati masyarakat HST, tapi buahjengkol  juga dipasarkan hingga keluar daerah atau luar pulau.

“Diharapkan, dengan adanya peremajaan jengkol tersebut, produksi buahnya meningkat, untuk memenuhi kebutuhan pasar,”kata warga Haruyan Seberang.  (banjarmasinpost.co.id/hanani )

Penulis: Hanani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved