Bertakwa

Jemput Bola Sosialisasikan Pentingnya Akta Kelahiran

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten HSU mengadakan Sosialisasi Akta Pencatatan Sipil/Akta Kelahiran 2018

Jemput Bola Sosialisasikan Pentingnya Akta Kelahiran
istimewa

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten HSU mengadakan Sosialisasi Akta Pencatatan Sipil/Akta Kelahiran 2018 di Kantor Kepala Desa Tebing Liring Kecamatan Amuntai Utara.

Rusni. SH Kasubag Bagian Perundangan Disdukcapil HSU mengimbau kepada masyarakat agar membuat akta kelahiran. Sekarang untuk pembuatan akta kelahiran sudah dipermudah oleh pemerintah dengan biaya gratis, tidak perlu sidang, dan walaupun tidak memiliki buku nikah tetap bisa ditulis nama orang tua. Jadi tidak ada alasan lagi bagi masyarakat untuk tidak memiliki akta kelahiran, karena pemerintah sudah memberikan segala kemudahan.

ADV
ADV (istimewa)

H Muslim, S.Ag, M.Ap Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil menjelaskan tatacara pengisian formulir permohonan akta kelahiran yang berisi nama pemohon akta, nomor induk kependudukan, jenis kelamin, tempat lahir, jenis kelahiran (tunggal/kembar), agama, alamat lengkap, dari pasangan suami istri (nama ayah dan ibu) beri keterangan almarhum/almarhumah bagi yang sudah meninggal, saksi, yang melaporkan, diketahui oleh kepala desa atau lurah atau sekdes, surat pernyataan belum pernah memiliki akta kelahiran, dan surat kebenaran data kelahiran dari bidan atau dokter.

Dengan sosialisasi ini dan jemput bola langsung ke masyarakat diharapkan semakin banyak warga yang segera membuat akta kelahiran bagi anaknya.

Pendataan ini sangat penting untuk mengetahui perkembangan jumlah penduduk yang juga berpengaruh pada program daerah yang dilakukan.

"Beberapa bantuan dari pemerintah baik dari tingkat daerah hingga pemerintah pusat juga memerlukan identitas diri yang lengkap, dengan memiliki akta kelahiran akan terdata dan mudah jika mendapat bantuan," ungkapnya.

Wardi warga Amuntai mengatakan diakuinya jika dirinya belum membuatkan akta lelahiran anaknya karena untuk mengurus langsung ke Disdukcapil perlu waktu khusus sedangkan dirinya sering bekerja sebagai tukang ke luar daerah sehingga belum sempat.

"Namun karena kata teman untuk masuk sekolah nanti perlu akta kelahiran akan saya buat secepatnya," ujarnya. (*/aol)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved