Berita Banjar

Selain Sistem Pengolahan Modern, Sampah TPA juga dijadikan Kerajinan Tangan

Tumpukan sampah rumah tangga mengisi kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cahaya Kencana, Kabupaten Banjar.

Selain Sistem Pengolahan Modern, Sampah TPA juga dijadikan Kerajinan Tangan
banjarmasin post group/ isti rohayanti
Tumpukan sampah di TPA Cahaya Kencana Kabupaten Banjar. Seorang petugas nampak membetulkan banner bertuliskan sel harian pada lokasi penumpukan sampah tersebut. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Tumpukan sampah rumah tangga mengisi kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cahaya Kencana, Kabupaten Banjar.

Di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar, TPA yang berada di Desa Lihung, Kecamatan Karangintan itu dibuat sedemikian rupa.

Bahkan pengolahan sampah pun dilakukan menggunakan system modern. Selain itu bukan hanya tempat pembuangan sampah.

Di TPA tersebut juga tersedia Green House dan tempat santai sekaligus tempat pengolahan sampah 3R atau daur ulang.

Baca: BMKG : Tsunami Dampak Gempa Bumi 7,7 SR di Donggala Sulteng Masuk Level Siaga, Ini Ketinggiannya

Baca: Penjelasan Resmi BMKG dan BNPB Terkait Gempa Bermagnitudo 7,7 SR di Donggala Sulteng

Sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Banjar, khsususnya pada TPA Cahaya Kencana dikatakan Kepala UPT Pengelolaan Sampah dan Ail Limbah BLUD Intan Hijau Kabupaten Banjar, Adi Winoto menggunakan dua system.

Sistem atau metode itu yakni controlled landfill dan Sanitary landfill. Kedua system itu dikatakan Adi menangani pengolahan pembuangan sampah yang berbeda.

Baca: Daftar Instansi Terbanyak Pelamarnya di Link sscn.bkn.go.id, Simak Petunjuk Pendaftaran CPNS 2018

“Sanitary landfill itu dibangunkan dari dana APBN dengan membrane dan terstruktur. Dalam artian tingkat pencemaran tidak mungkin terjadi karena air lindinya disaring," jelas Adi kepada Bpost, Jumat (28/9/2018).

Sedangkan controlled landfill, diterangkan olehnya yaitu sistem pengolahan sampah dengan cara menyediakan lubang. Dimana nantinya truk sampah akan memasukan ke lubang itu. Kemudian sampah akan dipilah oleh pemulung.

Baca: Tsunami Dampak Gempa Bumi Donggala Sulteng Sempat Direkam Warga, Ini Penampakannya

Baca: Hindari Tatap Muka dengan Pendaftar CPNS 2018, Ini Imbauan Pemko Banjarmasin

Pemilihan sampah dikatakan Adi ada dua jenis, yakni organic dan nonorganic. Sampah organic dijadikan sebagai pupuk kompos.

Sedangkan nonorganic akan dijadikan kerajinan, sebagaimana sampah 3R. tidak sedikit pula sampah yang kemudian dijual dan pendapatannya dimasukan ke dalam rekening BLUD. Karena TPA Cahaya Kencana menggunakan sistem tersebut.

(banjarmasinpost.co.id/ Isti Rohayanti) 

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved