Yayasan Adaro Bangun Negeri

Adaro Gencarkan Teaching Factory di SMK

Tak seperti biasanya, pada hari Kamis kemarin (27/9/2018), Gedung Informasi dipenuhi sejumlah orang berbaju putih.

Adaro Gencarkan Teaching Factory di SMK
istimewa/ Yayasan Adaro Bangun Negeri
Kepala Sekolah SMK 1 Murung Pudak, bersama SMK lain dan sejumlah Dunia UsahaDunia Industri menandatangani komitmen revitalisasi sekolah kejuruan program pendidikan vokasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Tidak seperti biasanya, pada hari Kamis kemarin (27/9/2018), Gedung Informasi dipenuhi sejumlah orang berbaju putih. 

Mereka bukanlah sekelompok orang dari tenaga kesehatan, melainkan guru dan pengawas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang mengikuti kegiatan Teaching Factory (Tefa) Day yang diselenggarakan Adaro Foundation, 25- 27 September 2018.

Lantas apa sebenarnya Tefa Day dan kegiatan apa saja yang dilakukan selama 3 hari tersebut? Tefa sendiri adalah model pembelajaran berbasis produk (barang/jasa) melalui penyinergian sekolah kejuruan atau politeknik dengan industri agar menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan kebutuhan industri.

Meskipun tefa bukanlah hal yang baru di bidang pendidikan, terlebih sejak diterbitkannya Peraturan Presiden No.2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 terkait pendidikan menengah kejuruan, namun rupaya tefa di Kalsel bisa dikatakan hal baru dan belum diterapkan di sekolah kejuruan atau Politeknik.

Peserta TEFA day berasal dari  guru sekolah kejuruan kabupaten Tabalong dan Balangan
Peserta TEFA day berasal dari guru sekolah kejuruan kabupaten Tabalong dan Balangan (istimewa/ Yayasan Adaro Bangun Negeri)

Hal ini yang menginisiasi Adaro melalui Bidang Pendidikan Vokasi untuk menjalankan Proyek Adaro Nyalakan Ilmu untuk melakukan revitalisasi SMK dengan implementasi tefa.

Jalinan kerjasama ini tidak secara instan dilakukan antara Adaro dengan SMKN 1 Paringin, SMK PPN Paringin, SMKN 1 Tanjung dan SMKN 1 Murung Pudak.

Awalnya, seluruh SMK di Tabalong dan Balangan mendapatkan sosialisasi program revitalisasi SMK dan diminta mengirimkan proposal permohonan revitalisasi dengan program keahlian (progli) yang diajukan.

SMK yang dinyatakan lolos seleksi tertulis ini kemudian di-assessment untuk mengetahui SMK mana saja yang berpotensi untuk penerapan tefa dan siap untuk dibina.

Sejumlah 6 progli dari 4 SMK dinyatakan lolos assessment. Proglu yang akan dibina antara lain Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura dari SMK PPN Paringin, Teknik Instalasi Tenaga Listrik dari SMKN 1 Paringin, Jasa Boga dan Busana Butik dari SMKN 1 Tanjung, Perhotelan dan Teknik Kendaraan Ringan dari SMKN 1 Murung Pudak.

Senyum dan semangat tergambar jelas di wajah 23 guru dan kepala sekolah SMK binaan Adaro saat mengikuti tefa day. Kegiatan yang dilakukan selama tiga hari ini diantaranya team building (indoor dan outdoor).

Guru-guru ini tak malu untuk bergaya dan bermain di kegiatan outbound meskipun harus berkotor-kotoran dan basah-basahan usai menyelesaikan permainan.

Team building menjadi salah satu  aktivitas yang dilakukan untuk membangun kekompakan guru
Team building menjadi salah satu aktivitas yang dilakukan untuk membangun kekompakan guru (istimewa/ Yayasan Adaro Bangun Negeri)
Halaman
12
Penulis: Dony Usman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved