Komunitas Rambut Gondrong di ULM

Identik dengan Mapala, Rambut Gondrong di ULM Belum Jadi Lifestyle Seperti Daerah Lain

Meski menyandang nama ULM, IGR justru masih dalam lingkup Fakultas Kehutanan.

Identik dengan Mapala, Rambut Gondrong di ULM Belum Jadi Lifestyle Seperti Daerah Lain
istimewa/Ikatan Rambut Gondrong ULM
Anggota Ikatan Rambut Gondrong ULM saat berfoto bersama. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Meski menyandang nama ULM, IGR justru masih dalam lingkup Fakultas Kehutanan. Memang terang salah satu pendiri, Herry Susanto di Fakultas Kehutanan tidak menuntut harus berambut pendek, tapi yang penting sopan dan rapi.

Oleh karena itu mahasiswa masih diperbolehkan untuk berambut gondrong namun tetap harus rapi.

"Berbeda dengan mahasiswa dari FKIP, atau dari Ekonomis dan Bisnis atau dari Fisip mereka kan memang harus dituntut rambut pendek seperti tatanan rambut pria pada umumnya, meskipun masih ada saja yang berambut panjang," ujarnya saat ditemui Banjarmasinpost.co.id, Sabtu (29/09/2018).

Baca: Ini yang Harus Dilakukan Saat Gagal Daftar Online CPNS 2018 via sscn.bkn.go.id, BKN : Login Ulang

Baca: BKN Ungkapkan Cara Daftar CPNS 2018 Via sscn.bkn.go.id Tanpa Lemot, 111.294 Akun Berhasil

Lain dengan Fakultas Kehutanan yang dituntut menjadi rimbawan yang kuat, berani dan sangar. Sehingga citra penampilan juga harus menyesuaikan.

Memang terangnya untuk di Kalsel gondrong masih sedikit. Berbeda dengan di Pontianak khususnya di Universitas Tanjungpura yang gondrong adalah lifestyle.

"Di Kalsel memang masih sedikit, kalau di ULM yang paling banyak dari ULM di Banjarbaru, dari Fakultas Kehutanan sendiri, Fakultas Teknik, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Fakultas Pertanian. Kalau dari ULM di Banjarmasin ada, tapi sedikit biasanya identik sama mapala," jelasnya.

Baca: Warga Lihat Banyak Mayat Berserakan di Pantai Dampak Tsunami dan Gempa Bumi di Donggala Sulteng

Baca: Wiranto Ungkap Kondisi Terkini Bandara Mutiara Sis Al Jufri Pasca Gempa Bumi di Donggala Sulteng

Biasanya jelas Herry pemilik rambut gondrong akan memangkas rambutnya akan mau lulus atau saat akan mengikuti ujian compre. Namun ada juga yang tetap tak mau memangkas dan berpenampilan rapi dengan rambut diikat, meski beberapa kali disindir karena rambutnya.

"Tapi dosen di sini semuanya profesional, jadi tidak ada yang menilai mahasiswa hanya dari rambutnya saja," ucapnya.
(banjarmasinpost.co.id/milna sari)

Penulis: Milna Sari
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved