Berita Hulu Sungai Tengah

Dua Hari Padamkan Api di Haurgading-Pulau Damar, Tim Karhutla HST Kejar hingga Kepegunungan

Berdasarkan laporan BPBD HST, sampai Minggu (30/9/2018) titik api masih ditemukan di sejumlah lokasi di sejumlah desa di sejumlah kecamatan.

Dua Hari Padamkan Api di Haurgading-Pulau Damar, Tim Karhutla HST Kejar hingga Kepegunungan
Istimewa
Tim Karhutla HST saat memadamkan api yang berkobar di perbatasan Desa Haurgading, Kecamatan Batangalai Utara, HST dan Desa Pulaudamar, Kecamatan Banjang, HSU. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Tim pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terdiri TRC Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) , TNI/Polri , Satpol PP, PSC 119 Hulu Sungai Tengah (HST), Orari, serta relawan, kini terus siaga menghadapi musim kemarau dan cuaca panas sepanjang September 2018.

Berdasarkan laporan BPBD HST, sampai Minggu (30/9/2018) titik api masih ditemukan di sejumlah lokasi di sejumlah desa di sejumlah kecamatan.

Adapun luas lahan yang terbakar di HST, hingga 29 September 2018, totalnya seluas 94,8 hektare, tersebar di berbagai desa dan kecamatan se-HST. Kepala BPBD HST, Ali Fahmi, yang dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, menjelaskan, hapir tiap hari timnya melakukan patroli pemantauan, jika ada titik api yang terdeteksi satelit.

“Hari ini, juga terdeteksi titik api, tapi lokasinya di titik terjauh, Desa Juhu, Kecamatan Batangalai Timur,”kata Ali Fami.

Baca: Luwak White Koffie Disebut Ada Bubuk Mesiu dan Terbakar saat Disiram ke Api! Ini Penjelasan BPOM

Desa Juhu tersebut hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Beberapa waktu lalu, kata Ali anggota TNI dan Polri langsung terjun ke sana.

Namun, titik api di daerah pegungan Meratus, baik di Kecamatan Hantakan, maupun Batangai Timur, berasal dari pembakaran ladang untuk berhuma warga suku Dayak Meratus, yang secara turun temurun melakukan tradisi ladang berpindah.

Baca: Raja Salman bin Abdulaziz Sampaikan Belasungkawa atas Gempa dan Tsunami di Palu dan Donggala

Tim Karhutla HST saat memadamkan api yang berkobar di perbatasan Desa Haurgading, Kecamatan Batangalai Utara, HST dan Desa Pulaudamar, Kecamatan Banjang, HSU.
Tim Karhutla HST saat memadamkan api yang berkobar di perbatasan Desa Haurgading, Kecamatan Batangalai Utara, HST dan Desa Pulaudamar, Kecamatan Banjang, HSU. (Istimewa)

Diakui, pembakaran yang dilakukan masyarakat adat tersebut,tidak menimbulkan kabut asap dan tidak menimbulkan kebakaran yang luas, karena pembakarannya terkendali dengan cara saat pembakaran apinya dijaga. Selain itu, mereka tak melakukan pembakaran serempak, tapi bergiliran, dan pembakarannya sempurna.

“Ini berbeda dengan daerah bawah, di lahan gambut atau lahan rawa, yang pembakarannya tak sempurna. Meski terlihat padam, tapi baranya tak mudah padam dari dalam, sehingga terus mengeluarkan asap,”kata Ali.

Dijelaskan, untuk kebakaran lahan terluas, terjadi 24 sampai 25 September 2018 belum lama tadi di Perbatasan Desa Haurgading, Kecamatan Batangalai Utara, yang masuk wilayah HST, dan Desa Pulaudamar, Kecamatan Banjang, yang masuk wilayah Hulu Sungai Utara.

Baca: Kisah Cewek SMA Bertahan Hidup 2 Hari di Kubangan Air Bersama Jenazah Ibunya Usai Tsunami di Palu

Dijelaskan, lokasi yang terbakar tersebut berbatasan dengan lahan perkembunan sawit kabupaten tetangga tersebut.

“APi berkobar sejak pukul 18.30 sampai 23.59 wita, seluas 20 hektare. Sampai 25 September, terbakar lagi lima hektare, dan dua hari baru berhasil dipadamkan menggunakan mobil pemadam,”jelas Ali.

Dijelaskan petugas lapangan yang dikerahkan, TRC BPBD, Polsek Batangalai Utara, Koramil Ilung dan warga setempat. Lahan tersebut diduga sengaja dibakar petani di desa tersebut, untuk membuka lahan perkebunan.

Tim Karhutla jelas dia telah memberikan teguran keras kepada pemilik lahan, karena selain dikhawatirkan menimbulkan kabut asap, juga mengancam kebun karet milik warga.

Sementara itu, kebakaran lahan Sabtu 29 September 2018 terjadi di Desa Aingbantai seluas 3,5 hektare dan di Juhu seluas dua hektar. Dua desa tersebut berada di Kecamatan Batangalai Timur, HST.

Api berhasil dipadamkan TRC BPBD, Polsek Batangalai Selatan dan masyarakat sekitar. Hingga siang tadi, titik api terdeteksi di beberapa desa, antara lain Desa Ambitu dan Juhu. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved