Gempa Donggala

Rumah dan BTS Bisa Bergeser Jauh saat Gempa dan Tsunami di Palu, Ini Penjelasan BNBP

Dalam video berdurasi dua menit tersebut terlihat rumah, pepohonan bahkan base transceiver station (BTS) seolah hanyut.

Rumah dan BTS Bisa Bergeser Jauh saat Gempa dan Tsunami di Palu, Ini Penjelasan BNBP
ant via kompas.com
Suasana pemukiman yang rusak akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah , Sabtu (29/9). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Sebuah video yang menunjukkan munculnya lumpur mengalir di bawah rumah warga menjadi viral setelah gempa dan tsunami di Donggala dan Palu, wilayah Sulawesi Tengah.

Dalam video berdurasi dua menit tersebut terlihat rumah, pepohonan bahkan base transceiver station (BTS) seolah hanyut. Video tersebut langsung mendapat perhatian dari banyak warganet.

Tapi apa sebenarnya fenomena tersebut?

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam akun twitternya menyebut hal ini merupakan fenomena likuifaksi.

Baca: Hasil Timnas U-16 Jepang vs Oman Perempat Final Piala AFC U-16 2018 - Skor 1-1 di Babak Pertama

Munculnya lumpur dari permukaan tanah yang menyebabkan amblasnya bangunan dan pohon di Kabupaten Sigi dekat perbatasan Palu akibat gempa 7,4 SR adalah fenomena likuifaksi (liquefaction) Likuifaksi adalah tanah berubah menjadi lumpur seperti cairan dan kehilangan kekuatan.

"Likuifaksi adalah tanah berubah menjadi lumpur seperti cairan dan kehilangan kekuatan," tulis Sutopo.

Baca: Perkasa Tiduri 6.000 Perempuan, Bintang Playboy Akhirnya Tewas Dipelukan Daun Muda

Pendapat serupa juga diungkapkan oleh Rovicky Dwi Putrohari, ahli geologi dan anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia. Menurut Rovicky, yang terjadi dalam video tersebut adalah likuifaksi yang memicu longsoran.

"Likuifaksi hanya satu dugaan," kata Rovicky.

"Gempa menyebabkan kekuatan lapisan tanah menghilang dan tidak bisa menahan yang di atasnya. Likuifaksi atau tanah yang tergetarkan ini kemudian membuat longsoran," imbuhnya.

Baca: Jadwal & Prediksi Susunan Pemain Timnas U-16 Indonesia vs Australia Piala AFC U-16 2018 Live MNCTV

Rovicky juga mengatakan, lapisan tanah yang tergetarkan ini adalah lapisan batu pasir.

"Ini terjadi segera setelah gempa, kemungkinan gejala likuifaksi, yaitu adanya lapisan batu pasir yang berubah perilakunya akibat getaran, menjadi seperti likuida. Gejala ini menyebabkan lapisan di atasnya 'tergelincir' dan bergerak meluncur," tegasnya.

Likuifaksi dapat terjadi jika terdapat material lepas berupa pasir dan lanau yang berada di bawah muka air tanah yang memungkinkan ruang pori antar butir terisi air.

Tanah yang terlikuifaksi tidak dapat menahan berat apapun yang berada di atasnya, baik itu berupa lapisan batuan di atasnya maupun bangunan yang akhirnya mengakibatkan hilangnya daya dukung pada pondasi bangunan.

Baca: Cek Peluang Kamu! Ini Daftar Instansi Paling Diminati, Pendaftaran CPNS 2018 via Link sscn.bkn.go.id

Simak video dari youtube:

Berita Ini Sudah Muncul di TRIBUNMEDAN.COM

Editor: Didik Trio
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved