Berita Tanahbumbu

Kapal dari Batulicin Terpaksa Putar Balik Karena Gelombang Tinggi, Sempat Berlayar Selama 7 Jam

Kondisi itu terjadi pada 1 September 2018 lalu. Penumpang pun tak jadi ke Geronggang karena kapal tidak berani menerobos gelombang

Kapal dari Batulicin Terpaksa Putar Balik Karena Gelombang Tinggi, Sempat Berlayar Selama 7 Jam
Man Hidayat
General Manager ASDP Batulicin, Yudhi Yanuar. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Akibat adanya tsunami di Palu beberapa waktu lalu ternyata mengganggu pelayaran yang ada di ASDP Batulicin tujuan Garonggong Sulawesi Selatan.

Kondisi itu terjadi pada 1 September 2018 lalu. Penumpang pun tak jadi ke Geronggang karena kapal tidak berani menerobos gelombang yang cukup tinggi hingga 3 meter tersebut.

Hal itu diakui General Manager ASDP Batulicin, Yudhi Yanuar, Rabu (3/10/18) kepada Banjarmasinpost.co.id. Dia mengatakan semuanya karena cuaca dan dampak dari tsunami di Palu sehingga berpengaruh pada tingginya gelombang laut itu.

"Kapal kami sudah berlayar selama 7 jam, dan akhirnya terpaksa kembali karena tidak mampu menerjang gelombang tinggi. Demi keamanan, nahkoda pun memilih balik kanan untuk kembali ke Batulicin," kata Yudhi.

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Champion Malam Ini di RCTI, PSG vs Crvena & Tottenham vs Barcelona

Menurutnya, sekitar pukul 07.00 wita berlayar, kapal harus putar arah sekitar pukul 02.00 wita. Kapten kapal akhirnya melporkan ke syahbandar dan ASDP untuk batal berlayar ke Geronggang.

"Gelombangnya sampai 3 meter jadi tidak berani. Nahkoda saya paling berani tapi dia berani kembali, artinya memang terbilang parah juga," katanya.

Dampak batalnya keberangkatan itu juga mengakibatkan 138 penumpang meminta tiketnya dikembalikan. Sebab, kondisi di Sulawesi memang saat ini masih belum stabil karena dampak gempa bumi dan tsunami di Palu.

Baca: Live RCTI! Prediksi Susunan Pemain Tottenham Hotspur vs Barcelona Liga Champion Malam Ini

"Ya mereka minta kembalikan tiketnya ya kami kembalikan semua. Dari 9 unit mobil yang tersisa cuma 4 uniy, 4 unit sepeda motor. Sisanya dikembalikan. Karena kami menginformasikan berangkat kembali pada 5 Oktober sesuai prakiraan BMKG, cuaca sudah aman. Nmaun kami juga memantau cuaca 4 Oktober, kalau memungkinkan maka akan berangkat," katanya.

Jajaran Asdp tetap berupaya agar bisa berangkat pada 4 oktober. Tergantung dari cuaca yang apabila sore harinya terlihat aman maka bisa berangkat. Sebaliknya, bila cuaca masih belum normal maka akan berangkat pada 5 oktober besok.

"Namanya cuaca ya tidak bisa dilawan. Jadi menunggu cuaca aman, maka pemeliharaam kapal kami lakukan sebelum berangkat untuk mengisi waktu," katanya. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help