Dugaan Ratna Sarumpaet Dianiaya

Ma'ruf Amin Minta Polisi Tindak Para Penyebar Hoaks Kebohongan Penganiayaan Ratna Sarumpaet

Pada Rabu (3/10/2018) sore, Ratna meminta maaf kepada semua pihak terkait kebohongan yang telah disampaikannya.

Ma'ruf Amin Minta Polisi Tindak Para Penyebar Hoaks Kebohongan Penganiayaan Ratna Sarumpaet
Warta Kota
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maruf Amin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PURWAKARTA - Terbongkarnya pengakuan Ratna Sarumpaet soal kasus penganiayaan yang dialaminya ternyata bohong membuat sejumlah tokoh nasional termasuk Calon Presiden Prabowo Subianto meminta maaf kepada publik karena karena merasa telah ikut menyuarakan sesuatu yang belum dipastikan kebenarannya.

Dilansir Kompas.com Rabu (3/10/2018), calon wakil presiden nomor urut 1, Ma'ruf Amin berharap pihak-pihak yang menyebarkan hoaks penganiayaan terhadap aktivis Ratna Sarumpaet segera diusut oleh pihak kepolisian.

Informasi soal dugaan penganiayaan ini beredar dalam dua hari terakhir. Isinya, Ratna disebut mengalami penganiayaan pada 21 September 2018 di sekitar Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.

"Ya harus ditindak, dan yang menindak adalah penegak hukum yang memiliki otoritas," kata Ma'ruf di Purwakarta, Rabu (3/10/2018).

Baca: Setelah Prabowo, 6 Tokoh Nasional Ini Juga Minta Maaf kepada Publik Pascapengakuan Ratna Sarumpaet

Baca: Prabowo Subianto Meminta Maaf, Ratna Sarumpaet Akui Berbohong Soal Kasus Penganiayaan

Pada Rabu (3/10/2018) sore, Ratna meminta maaf kepada semua pihak terkait kebohongan yang telah disampaikannya.

Ia mengakui tak ada pengeroyokan. Wajah lebamnya seperti tampak pada foto yang beredar karena ia menjalani operasi sedot lemak di sebuah rumah sakit khusus bedah di Jakarta Pusat. Namun, informasi soal penganiayaan telah beredar luar di media sosial dan mendapatkan tanggapan dari capres nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Ma'ruf menegaskan, kepolisian memiliki kapasitas yang kuat dalam menangani berbagai kasus hoaks.

Ia juga mengingatkan seluruh pihak untuk tak mudah percaya pada hoaks.

"Kita serahkan pada pihak yang punya kompetensi soal yang bagaimana menangani hoaks itu. Kita jangan percaya pada isu-isu yang bohonglah,” kata Ma'ruf.

Pengakuan Ratna Sarumpaet

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved