Berita Hulu Sungai Selatan

Polres HSS Gandeng Disdik HSS Sosialisasikan Kurikulum Pendidikan Kesadaran Hukum

Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) melaksanakan Sosialisasi

Polres HSS Gandeng Disdik HSS Sosialisasikan Kurikulum Pendidikan Kesadaran Hukum
banjarmasinpost.co.id/aprianto
sosialisasi kurikulum kesadaran hukum 

BANJARMASINPOST.CO ID, KANDANGAN - Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) melaksanakan Sosialisasi Kurikulum Pendidikan Kesadaran Hukum Tingkat SD dan SMP, Rabu, (3/10).

Kegiatan yang digelar di Aula Hotel Qiana Inn Tibung Raya Kandangan ini dihadiri para kepala sekolah dan guru SD dan SMP di Kabupaten HSS.

Acara sosialisasi ini juga dihadiri langsung oleh Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad, Ketua DPRD HSS H Akhmad Fahmi, Kapolres HSS AKBP Rahmat Budi Handoko S.IK, Kepala Dinas Pendidikan Nordiansyah, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Hj Is Susialastuti.

Baca: Kader Partai Golkar yang Dukung Prabowo-Sandiaga Uno di Pilpres 2019 Terancam Dipecat

Baca: Gempa Lombok, Donggala & Palu Bagian Peringatan Kiamat? Simak Penjelasan dari Bimas Kemenag

Kapolres HSS AKBP Rahmat Budi Handoko SIK menyampaikan tujuan diadakannya pengembangan kurikulum kesadaran hukum ini adalah untuk memajukan HSS dan membuat warganya menjadi lebih tertib dan sadar akan hukum sehingga akan terciptanya keamanan dan kenyamanan di HSS.

Selain itu banyaknya terjadi pelanggaran-pelanggaran di wilayah hukum HSS disebabkan oleh kurangnya pengetahuan tentang hukum.

Contoh kecil adalah ketika orangtua membiarkan anaknya tidak menggunakan helm saat berkendara dan penumpang kendaraan roda empat yang tidak menggunakan safety belt.

Baca: Ketika Google dan Apple Bantu 1 Juta Dollar AS untuk Korban Gempa Donggala dan Tsunami Palu

Baca: Respons Jubir Prabowo-Sandiaga Uno Soal Ratna Sarumpaet yang Diduga Operasi Plastik

Pengembangan kurikulum kesadaran hukum ini merupakan hal baru di HSS bahkan di Indonesia, sehingga harapannya ini bisa menjadi pilot project tentang wawasan kesadaran hukum.

“Supaya orang tahu hukum maka harus diberikan pelajaran dan pengetahuan sehingga orang akan mengerti tentang hukum, kalau sudah mengerti hukum maka akan sadar hukum," kata Kapolres.

Selanjutnya, apabila masyarakat sudah sadar hukum maka ketertiban hukum dan ketertiban aturan akan tercipta dengan sendirinya maka keamanan akan tercipta.

Diungkapkan kapolres, apabila ada masukan atau koreksi-koreksi tentang kurikulum akan sangat membantu sebagai bahan pengembangan kedepannya.

Baca: 5 Oktober HUT ke-73 TNI, Begini Tampilan para Aktor Saat Kenakan Seragam Tentara

Baca: Kemenristekdikti Buka Pendaftaran CPNS 2018, Ada 9.692 formasi dan Syaratnya via sscn.bkn.go.id

Kepala Dinas Pendidikan HSS Nordiansyah menyampaikan terimkasih kepada Kapolres HSS yang telah mempunyai terobosan untuk pengembangan kurikulum ini.

"Kita juga sangat mengapresiasi kepada tim perumus yang telah bekerja selama empat sampai lima bulan untuk mengembangkan kurikulum ini," katanya.

Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad juga menyambut baik adanya pengembangan kurikulum kesadaran hukum untuk diterapkan di sekolah-sekolah di Kabupaten HSS.

"Kita sangat mendukung dan meapresiasi pengembangan kurikulum kesadaran hukum di Kabupaten HSS. Ide dan inovasi ini hanya satu-satunya yang ada di Indonesia” kata Wabup HSS.

Apabila ada hal-hal yang perlu dikordinasikan dengan pemerintah daerah agar segera disampaikan. Wabup HSS juga memiliki keyakinan bahwa kegiatan ini akan membawa dampak yang positif untuk Kabupaten HSS.

Penulis: Aprianto
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved