Berita Tanahbumbu

Adat Massaorong Diawali Dengan Keliling Pulau Sewangi Gunakan Kapal

Puluhan kapal dan speed mengelilingi Pulau Sawangi Kelurahan Batulicin Kecamatan Batulicin Kabupaten Tanahbumbu, Kamis (4/10/18).

Adat Massaorong Diawali Dengan Keliling Pulau Sewangi Gunakan Kapal
istimewa/ pemkab tanahbumbu
Adat Massaorong 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Puluhan kapal dan speed mengelilingi Pulau Sawangi Kelurahan Batulicin Kecamatan Batulicin Kabupaten Tanahbumbu, Kamis (4/10/18).

Pulau Sewangi merupakan pulau kecil yang terpisah dari Pulau Kalimantan. Jaraknya hanya sekitar 10 menit untuk sampai ke pulau tersebut menggunakan perahu.

Di pulau ini, masyarakatnya pun memiliki tradisi atau adat warga Bugis yaitu Adat Massorong. Kegiatan itu tiap tahun dilaksanakan sebagai rasa syukur mereka atas limpahan rahmat selama satu tahun bagi para nelayannya.

Tepat pada Kamis siang, mereka pun melaksanakan kegiatan Pembukaan acara Pesona Massorong Pulau Sawangi yang akan digelar hingga Minggu (8/10/18) mendatang dengan mengadakan sejumlah kegiatan.

Baca: Pendaftaran CPNS 2018 di Sscn.bkn.go.id, Instansi Ini Sepi Peminat Padahal Gajinya di Atas 10 Juta

Baca: Ini Reaksi Presiden Jokowi Soal Kebohongan Publik yang Dilakukan Ratna Sarumpaet

Kegiatan pembukaan dihadiri langsung Sekretaris Daerah Pemkab Tanbu Rooswandi Salem dan Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Tanbu, Hamaludin Tahir.

Hamal mengatakan acara pesona massorong Pulau Sawangi tahun ini, merupakan tonggak awal kemajuan pariwisata di kawasan Pulau Sewangi dan sekitarnya.

Ini berkaitan dengan ade massorong yang selama ini di lakukan oleh masyarakat Pulau Sewangi.

Baca: Waktu Persis Terjadinya Tsunami di Palu Akhirnya Terungkap, BIG : Ketinggian Tsunami Lebihi 6 Meter

Baca: Gunung Gamalama Meletus dan Lontarkan Abu Hingga 250 Meter, Magma Indonesia : Status Waspada

Menurutnya, program kerja Disparpor dalam upaya kemajuan pariwisata sebagai kekayaan budaya daerah. Upaya yang di lakukan dinas adalah membangun komunikasi ke setiap kelompok yang punya potensi dan layak dikemas untuk kemajuan wisata.

"Konsep kami dari pemda melalui Dinas pemuda olahraga dan pariwisata membagun wisata dengan bentuk piramid. Maksudnya, budaya apa yang ada di situ, itu yang kita jadikan pucuk piramidnya. Sementara kemasan dan inovasi pendukung untuk memancing pengunjung datang adalah dasar piramid tersebut," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help