Berita Banjarbaru

Kabut Asap, Garuda Indonesia Geser Jadwal Penerbangan, Ini Perubahan Jamnya

"Kami menjadwalkan ulang beberapa penerbangan, untuk pesawat-pesawat pagi awalnya jadwal keberangkatan"

Kabut Asap, Garuda Indonesia Geser Jadwal Penerbangan, Ini Perubahan Jamnya
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Kondisi Bandara Syamsudin Noor diselimuti kabut asap pagi tadi Jumat (28/9). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kabut asap yang terjadi akhir-akhir ini di Kota Banjarbaru dan Kota Banjarmasin dan sekitarnya, akibat dari terbakarnya lahan dan hutan, membuat penerbangan maskapai Garuda Indonesia harus menyesuaikan dengan kondisi cuaca.

Hal ini dijelaskan, General Manager Garuda Indonesia Cabang Banjarmasin, Henny Nurcahyani, kabut asap yang tidak bisa dihindari, pihaknya sudah melakukan beberapa antisipasi.

"Kami menjadwalkan ulang beberapa penerbangan, untuk pesawat-pesawat pagi awalnya jadwal keberangkatan pukul 06.00 Wita jadi pukul 07.00 Wita atau 7.35 Wita," kata Henny kepada banjarmasinpost.co.id, Rabu (3/10/2018) siang.

Baca: Hasil Lengkap Liga Champions Matchday 2 - Atletico Madrid dan Borussia Dortmund Sempurna

Ia menegaskan penyesuaian jadwal penerbangan ini melihat situasi dan kondisi yang ada.

"Jadi misalkan cuacanya baik kami tidak melakukan perubahan, biasanya H-1 baru kami evaluasi apakah memang diperlukan perubahan jadwal," kata dia.

Baca: Prabowo Sebut Ratna Sarumpaet Mengalami Tekanan Kejiwaan atau Depresi

Ia menuturkan dengan menginfokan perubahan jadwal sejak awal, tentunya rute penerbangan selanjutnya juga harus menyesuaikan jadwal.

"Nah itu lebih baik dibandingkan harus menunggu untuk waktu yg tidak jelas," ungkapnya.

Sejauh ini ia menyebutkan Garuda Indonesia sudah cukup sering melakukan penyesuaian jadwal, karena memang kabut asap yang semakin pekat.

Baca: Jacksen F Tiago Tinggalkan Barito Putera Sambil Menangis, Langsung Pulang ke Brazil

"Ya sejauh ini akibat kabut asap sempat tertunda tiga atau empat kali penerbangan," ungkapnya.

Henny menambahkan saat ini sudah mulai padat penerbangan bagi jemaah umrah. "Akhir September kami sudah mengangkut hampir seribu jemaah, atau perharinya sekitar 250 jemaah," imbuhnya.

Ia melanjutkan hal ini memerlukan dua pesawat pagi agar bisa dari melancarkan jemaah umrah di Kalsel dari Jakarta ke Jeddah.

"Oleh sebab itulah kami sangat benar-benar fokus pada penerbangan pagi, supaya jamaah yang sudah jauh-jauh merencanakan ibadah umrah bisa terakomodasi," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved