Berita Hulu Sungai Utara

Mengurangi Stunting di HSU Melalui Majelis Talim, Begini Kegiatannya

Kegiatan yang mengikutkan sertakan lima majelis talim, Bappeda, Dinas Kesehatan, Kemenkes Pusat

Mengurangi Stunting di HSU Melalui Majelis Talim, Begini Kegiatannya
reni kurnia wati
Majelis Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ikut berupaya dalam menguranngi angka stunting, termasuk di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), hal ini dilakukan dengan menggelar mobilisasi penurunan stunting yang dilaksankan di gedung Agung Pemda HSU, Jumat (05/10/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Majelis Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) ikut berupaya dalam menguranngi angka stunting, termasuk di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), hal ini dilakukan dengan menggelar mobilisasi penurunan stunting yang dilaksankan di gedung Agung Pemda HSU, Jumat (05/10/2018).

Kegiatan yang mengikutkan sertakan lima majelis talim, Bappeda, Dinas Kesehatan, Kemenkes Pusat, Diskominfo, PJ NU, PW dan Kabupaten HSU, Fatayat NU serta pihak Pemerintah Daerah HSU terkait.

Kegiatan ini dimulai dengan penandatanganan komitmen bersama yang juga diikuti oleh Asisten I Ir Supomo dan Ketua TP PKK HSU Hj Anisah Rasyidah Wahid.

Ketua Muslimat NU HSU Hj Mahbubah mengatakan pihaknya sangat mendukung dengan kegiatan pencegahan stunting serta menjalankan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).

Baca: Kronologi Selengkapnya, Ternyata Ratna Sarumpaet Sudah Dalam Pesawat Turkish Airline

Baca: Ini Balasan Nikita Mirzani, Usai Kiki The Potters Posting Foto Wanita Minum Racun Serangga

Angka penderita stunting di Jndonesia memang cukup tinggi yaitu lebih dari sepertiga balita di Indonesia. Karenanya Muslimat NU sebagai salah satu organisasi massa terbesar di Indonesia berperan aktif dalam membantu program pemerintah menurunkan angka stunting.

Salah satu pemateri dr Hj Erna Yulia Soefihara Muslimat NU bidang kesehatan menjelaskan apasaja penyebab anak mengalami stunting seperti gizi buruk pada ibu dan praktik pemberian makan yanh buruk. Bayi lahir dengan berat badan lahir rendah, sanitasi yang buruk dan infeksi pada anak.

Baca: Bulan Safar Identik dengan Tradisi Tolak Bala dan Rebo Wekasan, Begini Hukumnya Dalam Islam

Baca: Karena Pendaftaran CPNS, Dua Minggu Terakhir Kantor Pelayanan Ini Semakin Ramai

Erna menambahkan penyebab lain adalah tidak diberi ASI eksklusif,penyakit infeksi yang sering dan berulangbulang terjadi, tidak melakukan imhnisasi yang lengkap, pola asuh dan pengetahuan ibu akan giziyang kurang baik serta lingkungan tidak bersih dan sanitasi buruk.

"Jika sudah mengetahui penyebab stunting maka bisa dilakukan pencegahan dengan menghindari penyebab terjadinya stunting, dan kegiatan ini dilakukan secara konsisten khususnya pada 1000 hari pertama pertumbuhan," jngkapnya.

Dalam kegiatan tersebut juga bekerjasama dengan Kemenkes dr Martirahayu yang juga menjelaskan bahaya stunting seperti menurunnya kemampuab belajar sehingga prestasi di sekolah buruk,memiliki resiko yang lebih besar untuk terserang penyakit infeksi, berpotensi menderita penyakit kronis, stunting dapat menurun antar generasi serta ketika dewasa wanita stunting memiliki reaiko lebih besar untuk mengalami komplikasi selama persalinan. "Wanita dewasa stunting juga beresiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah," ungkapnya.

Seluruh peserta yang hadir diminta untuk membagikan informasi pencegahan stunting ke lingkup yang lebih luas di masyarakat. Karena selain anjuran dari pemerintah, menghindarkan diri dari stunting juga merupakan anjuran Agama Islam. Pencegahan stunting bisa dilakukan dengan menjaga kesehatan janin memberikan ASI dengan baik, menjaga asupan nutrisi yang ideal dan bervariatif ditambah dengan perilaku hidup bersih dan sehat.

Ketua TP PKK Anisah Rasyidah Wahid sangat mendukubg dengan kegiatan yang dilakukan oleh PP Muslimat NU baik dari tingkat pusat hingga kabupaten. Pihaknya juga sangat terbantu dengan kerjasama yang terjalin, terbukti dengan adanya angka penurunan stunting di HSU.

"Pencegahan serta pengobatan stunting dilakukan hingga ke pelosok desa dan dilakukan dengan berbagai cara dan kesempatan termasuk saat pengajian majelis talim muslimah yang dihadiri oleh banyak ibu rumah tangga," ungkapnya.

Kegiatan diakhiri dengan lomba penyajian makanan sehat dan bergizi yang diikuti oleh empat majelis talim. Mereka menyajikan makanan yang diolah sendiri dengan memenuhi seluruh unsur gizi pada program isi piringku. (Nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved