Berita Tanahbumbu

Tanaman di Median Jalan Plajau Kering dan Mati, Ini Jawaban Pemkab Tanahbumbu

Musim kemarau saat ini cukup panjang. Akibatnya sejumlah tanaman yang kekurangan air akan kering dan mati.

Tanaman di Median Jalan Plajau Kering dan Mati, Ini Jawaban Pemkab Tanahbumbu
banjarmasin post group/ man hidayat

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Musim kemarau saat ini cukup panjang. Akibatnya sejumlah tanaman yang kekurangan air akan kering dan mati.

Kondisi seperti itu terlihat di sepanjang median Jalan Transmigrasi Plajau Kecamatan Simpangempat Kabupaten Tanahbumbu. Tanaman yang ada terlihat sudah kering dan mati karena kekurangan air.

Terang saja, penampakan itu terlihat oleh pengendara tiap harinya yang dipandang tak elok. Jelas, ada yang ganjal saat melintas di Jalan Transmigrasi tersebut karena pengendara akan melihat tanaman yang kering dan mati.

Pengendara pun heran, sebab tanaman yang ada di median jalan itu bisa mati. Mereka menganggap perawatan yang dilakukan oleh pihak terkait tidak maksimal sehingga tanaman yang ada bisa kering dan mati.

Baca: Wali Kota Ini Dicoret dari Tim Kampanye Jokowi-Maruf Amin di Pilpres 2019, Ini Alasannya

Baca: Pendaftaran CPNS 2018 Sscn.bkn.go.id, Ini Formasi Sepi Peminat, Peluang Besar Gaji Besar!

Karim, warga Kecamatan Simpangempat Tanbu ini heran karen melihat tanaman yang ada dipembatas jalan raya itu kini sudah kering. Menurutnya, penyiraman yang dilakukan tidak maksimal dan mengakibatkan tanaman mati.

"Saya rasa pemeliharaan yang dilakukan pihak terkait kurang maksimal. Sebab seandainya maksimal, tanaman itu tidak akan kering seperti ini," katanya.

Serupa dengan Karim, Alfian juga meminta agar pemerintah melakukan perawatan yang maksimal. Sebab, bila dibiarkan terus seperti itu, tanaman yang lain yang masih belum mati juga akan menyusul tanaman yang mati.

"Perawatan harus maksimal. Walau kemarau, bila cukup air, maka saya rasa tidak akan mati," katanya.

Baca: Teror ke Pengurus PSSI Pasca Sanksi Persib Bandung oleh Komdis PSSI, Ada yang Diancam Dibunuh

Terpisah, Kepala Bidang Permukiman pada Dinas Permukiman, Perumahan dan Pertanahan Tanbu, Mujiyono saat dikonfirmasi, Jumat (5/10/18) mengatakan saat ini tanaman tersebut kering dikarenakan musim kemarau ini.

"Tanamannya tidak tahan panas di musim kemarau ini. Penyiraman sudah dilakukan namun tetap saja tidak tahan panas dan tanahnya kering," katanya.

Menurutnya, pengaruh panas dari aspal mengakibatkan tanaman bisa cepat kering. Padahal jajarannya rutin tiap hari melakukan penyiraman.

"Setiap hari kami lakukan penyiraman meski hanya sekali dalam satu hari. Penyiraman dilakukan tiap pagi dan sorenya hanya pengisian air tanki. Tapi itu belum mati total karena batangnya masih hijau dan mudah-mudahan masih bisa bertahan," katanya. (banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved