Yayasan Adaro Bangun Negeri

Hari Guru Sedunia 2018, Guru Sentral Kemajuan Pendidikan

Sebelum berdiri sekolah-sekolah formal, guru lebih diidentikan sebagai pemuka-pemuka agama di masyarakat.

Hari Guru Sedunia 2018, Guru Sentral Kemajuan Pendidikan
YABN
Melalui kegiatan kelas lentera dan komunitas guru ABCDE serta Project Based Education, Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) memberikan penguatan kepada guru melalui kegiatan peningkatan kompetensi dan kapasitas didaktik/metodik bagi guru. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - “A good teacher can inspire hope, ignite the imagination, and instill a love of learning” – Brad Henry

Jauh sebelum adanya pendidikan formal di Indonesia sosok guru sudah lama dikenal dikalangan masyarakat Indonesia, pada masa silam guru lebih banyak dianggap sebagai seseorang yang memiliki kebijaksanaan, kearifan, dan pengetahuan luas.

Guru juga dikenal memiliki dedikasi tinggi dalam pengajaran. Sebelum berdiri sekolah-sekolah formal, guru lebih diidentikan sebagai pemuka-pemuka agama di masyarakat.

Guru mendidik dan mengajarkan ajaran-ajaran moral dan kepribadian kepada murid-muridnya di pesantren, masjid, kuil, ataupun rumah ibadah yang berada di lingkungan masyarakat, pada masa itu seorang guru bertujuan untuk membentuk karakter pribadi seseorang.

Melalui kegiatan kelas lentera dan komunitas guru ABCDE serta Project Based Education, Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) memberikan penguatan kepada guru melalui kegiatan peningkatan kompetensi dan kapasitas didaktik/metodik bagi guru.
Melalui kegiatan kelas lentera dan komunitas guru ABCDE serta Project Based Education, Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) memberikan penguatan kepada guru melalui kegiatan peningkatan kompetensi dan kapasitas didaktik/metodik bagi guru. (YABN)

Kemudian setelah meraih kemerdekaan, pendidikan semakin dianggap bagian penting dalam aspek pembangunan bangsa Indonesia.

Sekolah formal perlahan tumbuh menjadi wadah pendidikan yang dituju setiap orang, meski kesejahteraan guru masih menjadi hal yang sangat memprihatinkan di masa itu hingga muncul sebutan “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” karena dedikasi guru yang begitu besar melebihi penghargaan yang diperoleh.

Kisah guru berlanjut, setelah memasuki era reformasi guru kemudian mendapatkan sedikit perhatian lebih dari pemerintah.

Melalui kegiatan kelas lentera dan komunitas guru ABCDE serta Project Based Education, Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) memberikan penguatan kepada guru melalui kegiatan peningkatan kompetensi dan kapasitas didaktik/metodik bagi guru.
Melalui kegiatan kelas lentera dan komunitas guru ABCDE serta Project Based Education, Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) memberikan penguatan kepada guru melalui kegiatan peningkatan kompetensi dan kapasitas didaktik/metodik bagi guru. (YABN)

Salah satunya dengan dibuatnya program sertifikasi guru, tujuannya tidak lain untuk meningkatkan taraf hidup guru di lingkungan masyarakat, sejumlah sekolah kemudian berlomba mendorong tenaga pendidiknya mendapat pelatihan untuk meningkatkan kompetensi professionalisme guru dalam mengajar.

Bercermin dari uraian di atas tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan pendidikan Indonesia tidak lepas dari sosok seorang guru.

Dalam menjalakan proses pendidikan guru berperan sebagai pendidik sekaligus pengajar untuk memaksimalkan setiap potensi dari setiap peserta didik.

Halaman
12
Penulis: Dony Usman
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved