Kebakaran Lahan

Jarak Pandang Hanya 300 Meter, Kabut Asap Membahayakan Penerbangan, Maskapai Mengalami Kerugian

Asap tebal bekas kebakaran lahan kembali menyaput sejumlah wilayah di Banua, termasuk Kota Banjarmasin, Jumat (5/10) pagi.

Jarak Pandang Hanya 300 Meter, Kabut Asap Membahayakan Penerbangan, Maskapai Mengalami Kerugian
BPost Cetak

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Asap tebal bekas kebakaran lahan kembali menyaput sejumlah wilayah di Banua, termasuk Kota Banjarmasin, Jumat (5/10) pagi.

Pekatnya balutan kabut asap pun menuai keluhan sejumlah warga di ibu kota Provinsi Kalsel.

Balutan kabut asap juga kembali menganggu operasional penerbangan Bandara Syamsuddin Noor.

Ratusan penumpang kembali alami delayed di Bandara Syamsudin Noor.
Jarak pandang lintasan bandara hanya 300 meter dan membayakan bagi pesawat, baik saat take off maupun landing.

Baca: Peretas Akun FB Ajudan Presiden Jokowi Ternyata Narapidana Kasus Pembunuhan di LP Amuntai

Sejumlah maskapai penerbangan mengaku mengalami kerugian akibat dampak kabut asap.

Agung Purnama, Area Manager Lion Air Kalsel membenarkan sejumlah pesawat mengalami delayed.

"Pagi (Jumat ) ini sejumlah pesawat delayed akibat kabut asap," katanya.

Disebutkan dia, pesawat JT 315 tujuan BDJ-SUB mengangkut 211 penumpang delayed hingga 60 menit karena kabut asap dan jarak pandang 300 meter.

Baca: Resmi! Ratna Sarumpaet Ditahan Imbas Kebohongan Publik, Statusnya Tersangka

Demikian pula pesawat JT 945 membawa 178 penumpang tujuan Bandung delayed 70 menit.

Nasib yang sama juga dialami pesawat JT323 tujuan Jakarta delayed 70 menit tanpa bisa take off tepat waktu.

Sebanyak 208 penumpang terpaksa harus menunggu.

"Jarak pandang 300 meter Jumat pagi berbahaya buat pesawat mendarat," katanya.

Masih kata Agung, pesawat Wings Air IW1382 membawa 60 penumpang tujuan Batulicin delayed 55 menit.

Baca: Fadli Zon Puji Akting Ratna Sarumpaet, Cerita Gara-gara Foto Terbuai Hoax Ratna Soal Dianiaya

Juga pesawat JT521 membawa 156 penumpang tujuan Jogyakarta delayed 65 menit.

"Jelas dampaknya rugi ke financial dan merugikan penumpang lainnya karena pesawat mengalami keterlambatan di daerah lainnya. Kami juga harus memberikan kompensasi di daerah lain sesuai ketentuan PM 185 akibat keterlambatan pesawat, padahal pesawat terlambat akibat kabut asap,“ beber Agung.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved