Berita Tanahbumbu

Gali Sumur, Kades Sungai Loban Kaget, Air yang Keluar Seperti ini

Kepala Desa Sungai Loban, H Darham, tiba-tiba terkejut usai menggali sumur yang ada di sekitar belakang rumahnya di RT 3

Gali Sumur, Kades Sungai Loban Kaget, Air yang Keluar Seperti ini
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
air yang keluar seperti berminyak. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BATULICIN - Kepala Desa Sungai Loban, H Darham, tiba-tiba terkejut usai menggali sumur yang ada di sekitar belakang rumahnya di RT 3 Kecamatan Sungai Loban.

Sumur yang dalamnya sekitar 6 meter itu mulai mengering, sehingga dia harus menggali kembali agar airnya lebih banyak.

H Darham bersama keponakannya pun menggali sumur tersebut dengan niat menambah kedalaman sekitar 2 meter.

Namun, mengejutkan, air yang keluar seperti berminyak.

Dia terkejut karena hingga saat ini, airnya tak dapat digunakan lagi.

Baca: Soal Penjara, Tak Hanya Ratna Sarumpaet, Ternyata Putrinya Fathom Saulina Juga Sudah Merasakan

Sebab, airnya tercampur dengan minyak.

Tidak diketahui apakah membayakan atau tidak, namun air tersebut tidak bisa digunakan.

"Kami terkejut juga saat melihat airnya ada minyaknya. Awalnya sedikit saja tapi lama kelamaan malah banyak dan tidak bisa digunakan lagi," kata H Darham kepada Bnjarmasinpost.co.id, Minggu (7/10/18).

Dia mengatakan, air sumurnya itu tidak bisa digunakan lagi karena ada minyaknya, disisi lain masih bingung apakah minyak bisa dikumpulkan dan bisa digunakan atau tidak.

Baca: Ini Formasi Penerimaan CPNS di Kabupaten Banjar yang Masih Kosong

Tetapi air yang ditimbulkan berminyak dan memang masih bercampur dengan air.

"Air bercampur, bagian atasnya terlihat jelas ada minyaknya. Kalau seperti itu kan tidak tahu apakah itu minyak bumi atau sejenis minyak apa, tapi yang jelas berbau dari sumur," katanya.

Dia juga menjelaskan, dulu pada zaman Belanda kabarnya memang ada gudang minyak.

Jaraknya sekitar 300 meter bersebrangan Jalan Raya Nasionl di Sungai Loban.

Baca: Kalah Populer dan Lebih Murah dari Ikan Salmon, Kandungan Gizi Ikan Lokal ini Jauh Lebih Unggul


"Jadi di bawah rumah warga, memang ada tugu minyak peninggalan zaman Belanda. Tapi sekarang tidak ada apa-apa lagi, hanya sebagian sisa tugunya," katanya.

Sementara itu, Burhanuddin warga Sungai Loban menunjukkan lokasi tugu minyak di bawah rumah kakeknya itu.

Bangunan rumah kayu tersebut masih meninggalkan tugu yang dicor dan masih ada tulisannya.

"Cerita bahari itu, di bawah rumah kakek saya ini memang ada tugu minyak zaman belanda. Tapi kami juga tidak pernah menggalinya. Selama ini juga tidak pernah mencium bau minyak, jadi tidak tahu apakah itu berpengaruh atau tidak," ucapnya.

Setelah dibersihkan, tugu yang berukuran sekitar 30 x 30 cm tetlihat ada tulisan.

Ditugu itu bertuliskan DIPUGAR 2 -1-1984 di dibawahnya ada tulisan T 232 BM 10.

"Kami juga tidak mengerti apa maksudnya. Tapi kalau di sekitar situ, sumur orang malah tidak ada yang berminyak," katanya heran.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help