Berita Kotabaru

Merasa Tidak Dihargai, Kepala Dinas di Kotabaru Ini Ribut dengan Petugas PLN

Menjadi pemicu keributan, bermula dari petugas PLN melakukan pemasangan untuk penggantian meter

Merasa Tidak Dihargai, Kepala Dinas di Kotabaru Ini Ribut dengan Petugas PLN
helriansyah
Didampingi Kadisdagsar Mahyudiansyah (tengah) tim Fakultas Teknik ULM melakukan penelitian. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kepala Dinas Perdagangan dan Pasar (Disdagsar) Kabupaten Kotabaru Mahyudiansyah mengatakan, pihaknya sempat ribut dengan petugas PT PLN Area Kotabaru (Persero). Perselisihan terpantik karena petugas PLN yang terkesan tidak menghargai.

Menjadi pemicu keributan, bermula dari petugas PLN melakukan pemasangan untuk penggantian meter (Kwh) yang terbakar di toko blok B. Dengan alasan karena permintaan pedagang.

Selain petugas lapangan PT PLN beralasan, pemasangan penggantian Kwh karena diperintahkan pimpinan. Namun disayangkan Mahyudiansyah, penggantian oleh petugas PLN sebelumnya tidak berkoordinasi.

Baca: Download Sekarang Contoh Soal CPNS 2018 Resmi dari BKN, Ada 8 Link di Sscn.bkn.go.id

"Saya langsung minta hentikan kalau tidak ada rekomendasi dinas (Disdagsar)," kata Mahyudiansyah kepada banjarmasinpost.co.id, Sabtu (6/10/2018).

Mahyudiansyah menegaskan, petugas PLN perlu ada koordinasi dan rekomendasi pihaknya karena los pasar blok B dalam proses pengujian pihak universitas lambung mangkurat (ULM) dan tim laboratorium forensik Polda Jawa Timur.

Baca: Cristiano Ronaldo Perpanjang Rekor Sempurna Juventus Usia Bobol Gawang Udinese

"Maksud kami koordinasilah untuk kebaikan. Pedagang juga, jangan cuma mendesak kemauan saja. Bisa juga ya saya marah," ungkap Mahyudiansyah.

Tambah dia, karena masih dalam proses penyidikan labfor dan tim ULM terkait struktur dan material. Hendaknya hal itu menjadi perhatian PLN, saling menghargai.

Sebab masig sangat rawan dan berbahaya bagi pedagang yang akan menempati blok B (eks kebakaran), karena adanya struktur kekuatan bangunan pascakebakaran.

"Dan, ini sudah saya sampaikan ke pedagang pada saat rapat dengar pendapat (hearing) serta surat tertulis disampaikan ke PLN," katanya.

Baca: BKN Ungkap Tips & Strategi Khusus Lolos Tes Saat Pendaftaran CPNS 2018 di sscn.bkn.go.id

Terpisah, penanganan pascakebakaran meluluh lantakan ratusan buah toko di blol B dan sekitarnya. Disdagsar dibantu Dinas Ciptakarya sudah melakukan pengukuran dan membuat gambar.

Selanjutnya untuk diserahkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) memiliki topoksi menggunakan anggaran dan membangun kios penampungan pedagang, menggunakan dana tanggap darurat.

Selain membuat Surat Keputusan (SK) Bupati bersama bersama Bagian. Hukum Sekretariat Daerah, BPBD mengajukan dan mempertanggung jawabkan bukti kwitansi pembelian bahan material dan upah.

"Kalau sudah selesai diserahkan ke pemda untuk di tempati pedagang korban kebakaran sesuai data verifikasi. Begitu alurnya," ujarnya.

"Lebih jelasnya bisa dikonfirmasi BPKAD dan BPBD. Kami inginnya cepat karena kalau kelamaan bagi yang tidak memahami permasalahan membuat interpretasi yang salah," tutup Mahyudiansyah.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help