Gempa Donggala

Penjelasan Resmi BNPB Terkait Likuefaksi yang Lenyapkan 3 Permukiman Usai Gempa Donggala Sulteng

Permukiman di tiga wilayah yakni, Balaroa, Petobo dan Jono Oge lenyap tertimbun tanah pasca gempa bermagnitudo 7,4 di Sulawesi Tengah.

Penjelasan Resmi BNPB Terkait Likuefaksi yang Lenyapkan 3 Permukiman Usai Gempa Donggala Sulteng
Tribunbarru.com
Suasana di Kampung Petobo pasca gempa dan tsunami, Sabtu (6/10/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Permukiman di tiga wilayah yakni, Balaroa, Petobo dan Jono Oge lenyap tertimbun tanah pasca gempa bermagnitudo 7,4 yang terjadi di Sulawesi Tengah.

Sampai saat ini, diperkirakan masih ada ribuan orang yang tertimbun tanah akibat terjadinya gempa.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, lenyapnya bangunan di permukaan tanah di tiga wilayah tersebut diakibatkan terjadinya fenomena likuefaksi.

Menurut Sutopo, likuefaksi adalah tanah yang tak jenuh, yang kehilangan kekuatan akibat perubahan tekanan.

Baca: Reaksi Petinggi PSSI ke Pentolan Suporter Arema Usai Laga Arema vs Persebaya Liga 1 2019 Rusuh

Ketika terjadi gempa bumi, tanah tersebut berubah menjadi lumpur. "Perubahan itu akibat rongga di antara tanah, pasir dan kerikil menjadi lebih longgar dan dominan air.

Tanah, kerikil dan pasir yang bercampur kemudian keluar ke permukaan, sehingga otomatis rumah di atasnya ambles," kata Sutopo dalam jumpa pers di Gedung BNPB Jakarta, Minggu (7/10/2018).

Meski demikian, likuefaksi tidak dapat terjadi di semua kondisi tanah.

Menurut Sutopo, likuefaksi sangat bergantung pada material tanah. Likuefaksi sangat berpotensi terjadi pada lapisan tanah yang terdiri dari pasir, kerikil, batuan apung dan tanah yang tidak lengket, bersifat lepas atau gembur.

Kemudian, apabila kedalaman muka air tanah dangkal, kurang dari 10 meter.

Menurut Sutopo, material tanah seperti itu, jika mendapat goncangan lebih dari 6 magnitudo dengan durasi lebih dari 1 menit, maka akan menimbulkan likuefaksi.

Baca: Khabib Nurmagomedov Ungkap Alasan Buat Rusuh Usai Kalahkan Conor Mcgregor di UFC 229, Rasis?

Akibatnya, tanah berubah menjadi lumpur. Pada 2012, menurut Sutopo, pemetaan soal likuefaksi di Kota Palu sudah disusun oleh Badan Geologi.

Namun, perkembangan kota yang pesat membuat kawasan yang berpotensi likuefaksi menjadi penuh dengan permukiman warga.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penjelasan BNPB soal Likuefaksi yang Melenyapkan Permukiman di Petobo"

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help