Gempa Donggala

Tiga Pesawat Militer AS Mendarat di Balikpapan, Ternyata Ukraina dan Swiss Sudah Duluan Datang

Selain Amerika, Ukraina dan Swiss juga telah menapakkan ban pesawatnya di bumi Indonesia.

Tiga Pesawat Militer AS Mendarat di Balikpapan, Ternyata Ukraina dan Swiss Sudah Duluan Datang
tribun kaltim
Korban selamat dari bencana gempa dan tsunami Palu tiba di Lanud Dhomber Balikpapan, Rabu (3/10/2018). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BALIKPAPAN - Dari Hanggar C Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Sabtu (6/10/2018) kemarin dikabarkan tiga pesawat militer angkatan udara Amerika Serikat (AS) diketahui telah mendarat di Balikpapan.

Selain Amerika, Ukraina dan Swiss juga telah menapakkan ban pesawatnya di bumi Indonesia.

Selain membawa personel militernya, pesawat asing tersebut juga membawa bantuan logistik kemanusiaan untuk bencana gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan daerah lainnya di Sulawesi Tengah.

Untuk diketahui, sejak Jumat (5/10/2018) sudah 10 pesawat militer negara asing mendarat di Balikpapan.

Usai terlebih dahulu Singapura, India dan Malaysia mendaratkan pesawat pengangkut bantuan kemanusiaan negara mereka. Menyusul pesawat Jepang, New Zealand, Australia dan Inggris tiba di Balikpapan.

Baca: Ini Trend Baru Menelantarkan Anak, Bukan karena Kemiskinan, Tapi Masalah Asmara Orangtua

Baca: Gubernur DKI Anies Lihat Mobil Terbakar di Tol, Kaget Lihat Siapa yang Jadi Korban

Baca: Jadwal Siaran Langsung Trans 7 MotoGP Thailand 2018 Hari Ini Minggu (7/10), Marquez vs Rossi

Jepang, New Zealand dan Inggris mendaratkan masing-masing 1 pesawat angkutan di Hanggar C Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan.

Sementara Australia mendaratkan dua unit pesawat mengangkut bantuan kemanusiaan negeri Kangguru tersebut.

Danlanud Balikpapan Kolonel pnb Muhammad Mujib mengatakan, hingga saat ini bantuan kemanusiaan berupa logistik yang ditampung pihaknya mencapai 142,5 ton.

Untuk logistik yang sudah kita distribusikan dari Balikpapan ke Palu sekitar 123 ton. Yang sudah dikirim ke Palu termasuk bantuan logistik dalam negeri.

Terkait bantaun pihak asing ini, Kepala Bagian Kerjasama Internasional BNPB, Afrial Rosya, menegaskan Indonesia tak butuh bantuan obat-obatan. "Perlu disampaikan Indonesia tak menerima bantuan obat medis.

Baca: Tangan Samuel Zylgwyn Patah, Belum Diketahui Penyebabnya, Franda: Kebanyakan Gaya!

Baca: MU Vs Newcastle United Liga Inggris - Kemenangan Ke-400 Jose Mourinho, Ada 73 Derita Kekalahan

Halaman
123
Editor: Didik Trio
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved