Berita HST

Kebakaran Hanyar Berjarak Satu Meter, Syariar Rifani Merasa Beruntung Rumahnya Tak Dilalap Api

Kebakaran di Jalan Keramat Manjang yang merupakan perumahan di gang sempit, meninggalkan duka bagi para korban.

Kebakaran Hanyar Berjarak Satu Meter, Syariar Rifani Merasa Beruntung Rumahnya Tak Dilalap Api
ist
Kebakaran di Jalan Keramat Manjang, Barabai

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kebakaran di Jalan Keramat Manjang, tepatnya belakang Masjid Nurul Hikmah, yang merupakan perumahan di gang sempit, meninggalkan duka bagi para korban. Apalagi, warga tak hanya kehilangan tempat tinggal, pakaian dan peralatan rumah tangga dan bahan makanan. Tapi juga sarana transportasi, berupa sepeda motor yang tak sempat diselamatkan karena api keburu membesar.

Adapun korban yang rumahnya terbakar 100 persen, berdasarkan data Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) HST, adalah Sino (46), buruh gudang besi bekas, Suwono (50) usaha jual beli besi, Kusen (55) tak punya pekerjaan tetap, H Marpawi pedagang ikan kering, dan Siti Aminah (47) jualan aksesoris.

Untuk korban Suwono, dua unit sepeda motor miliknya ikut hangus. Sedangkan korban lainnya, Abdullah (55) penarik becak, dan Muliyono (40) penjual kaligrafi, sepeda motornya juga ikut terbakar.  

Lokasi kebakaran sendiri merupakan perumahan padat penduduk yang posisinya berdekatan dengan belakang Pasar Hanyar Barabai. Salah satu korban, Kai Abdullah mengatakan, bingung mau tinggal di mana. Selama ini, rumah yang ditempatinya itu merupakan rumah sewaan. “Untuk mencari rumah sewaan baru, saya tak punya apa-apa lagi,”tuturnya.

Baca: LIVE STREAMING OChannel - Live Streaming Borneo FC vs Persipura Siaran Langsung O Channel Liga 1

Baca: Mario Gomez Sebut Liga Indonesia Kotor, Ini Ucapkan Pamit kepada Persib dan Bobotoh

 Tak hanya rumah,pakaian dan peralatan rumah tangga yang terbakar. Tapi juga becak yang menjadi sumber mata pencahariannya.  Meski tak terbakar 1oo persen, kondisi becak mengalami kerusakan, karena terbakar di bagian atap dan ban. Sementara, pasca musibah tersebut, korban mengungsi ke rumah tetangga.

Sebagian yang punya keluarga terdekat, mengungsi ke rumah keluarganya.  Adapun total rumah yang terbakar, lima unit, dengan sembilan kepala keluarga, terdiri 22 jiwa.

Mengenai penyebab kebakaran, menurut keterangan warga setempat diduga akibat arus pendek listrik. Asal api, menurut warga dari ruah Sino. Sementara, bantuan tenda, mie instan, air mineral telah disalurkan oleh Pemkab HST, termasuk bantuan peralatan memasak, seperti panci, wajan , serta alat makan minum berupa piring, gelas dan sendok.

Sejumlah warga relawan HST pun menggalang dana bantuan masyarakat, untuk membantu korban musibah kebakaran tersebut. Sementara di balik musibah kebakaran Minggu malam, 7 Oktober 2018 pukul 23.30 Wita tersebut, salah satu warga,  Syahriar Rifani merasa beruntung. Jarak rumahnya dengan sumber api, hanya sekitar 1,5  meter.

Baca: Live Streaming Indosiar - Susunan Pemain Persija vs Perseru Liga 1 2018, Link Indosiar & Vidio.com

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Persija vs Perseru Liga 1 2018 - Link Indosiar & Vidio.com

“Ini benar-benar keajaiban yang diberikan Allah. Kalau secara logika, rumah saya kena. Alhamdulillah masih diselamatkan,”kata Rifani, yang juga Ketua organisasi peduli kemanusiaan “Sahabat Berbagi”, yaitu komunitas yang tiap meninggu urunan mengumpulkan dana dengan menysihkan sebagian rezekinya, untuk membantu dhuafa, anak yatim serta tempat ibdah yang masih kekurangan fasilitas.

Rifani menuturkan, saat api berkobar besar, dia langsung menyelamatkan diri keluar rumah, dengan membawa ijazah dan sepeda motornya. “Alhamdulillah ternyata tak tersentuh api. Di dalam rumah saya, banyak mushaf Alquran untuk wakaf dari para donator yang siap akan disalurkan TKA/TPA di desa-desa,”katanya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved