Menyibak Rahasia Jamu Sungai Tuan

Namanya Jamu Ragi 41, Warga Sungai Tuan Turun Temurun Andalkan Minuman Tradisional Ini

Jamu yang Khalifah konsumsi merupakan jamu traditional yang ia katakan turun temurun.

Namanya Jamu Ragi 41, Warga Sungai Tuan Turun Temurun Andalkan Minuman Tradisional Ini
Isti Rohayanti
Warga Desa Sungaituan Ulu, Khalifah memperlihatkan jamu yang ia konsumsi hingga tubuhnya tetap sehat meski beraktivitas di sawah. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA- Dalam menjaga kesehatannya, setiap orang melakukan berbagai upaya. Tidak sedikit banyak cara dilakoni agar selalu sehat. Namun ada pula yang tetap menjalani kehidupan tanpa harus memikirkan cara menjaga kesehatan.

Banyak cara untuk selalu menjaga kesehatan. Di antaranya ialah mengkonsumsi jamu. Hal itu yang dilakukan oleh Khalifah dan keluarga besarnya. Bahkan di rumahnya, persediaan jamu wajib selalu ada.

Jamu yang Khalifah konsumsi merupakan jamu traditional yang ia katakan turun temurun. Yakni jamu Ragi 41. Nama itulah yang dikenal oleh warga setempat.

Baca: Badan Terasa Sehat dan Bugar, Ternyata Ini yang Dikonsumsi Warga Desa Tiap Hari

Ujar Khalifah pula, jamu ini bahkan telah dikenal di seluruh Kalsel, bukan hanya di desanya, yaitu Desa Sungai Tuan Ulu, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar.

Setiap satu bulan sekali, Khalifah membuat jamu tersebut. Sementara bahan-bahannya ia beli dari pasar terdekat.

Karena bahan jamu yang ia buat sudah siap saji, sehingga di rumah, perempuan itu hanya tinggal merebusnya. Cukup satu kali rebus hingga matang, ia bisa meminum jamu selama satu bulan ke depan.

Baca: Mau Kopi Gaharu Perkasa? Klik di Situs Ini, Omset Penjualan Rp 50 juta Per Bulan

Tak hanya untuk diri sendiri, keluarga Khalifah pun ikut meminum jamu tersebut di rumahnya. Karena khasiatnya yang sudah terbukti, yakni menyehatkan badan dan membuat badan tidak merasa lelah.

"Kalau keluarga saya, ketika mereka berkunjung ke rumah pasti menanyakan persediaan jamu. Mereka selalu minum jamu Ragi 41 disini," ucap Khalifah.

Nama jamu ragi 41, oleh warga setempat lebih dikenal sebagai ragi 40.

(Banjarmasinpost.co.id/ Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved