Menyibak Rahasia Jamu Sungai Tuan

Tak Hanya Lansia, Ragi 41 Juga Dikonsumsi Orang Usia 20 Tahun

Terutama wilayah Desa Sungai Tuan Ulu, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar yang rata-rata warganya mengkonsumsi jamu

Tak Hanya Lansia, Ragi 41 Juga Dikonsumsi Orang Usia 20 Tahun
Isti Rohayanti
Penjual jamu di Pasar Traditional Astambul, Aminah memperlihatkan jamu seduh ragi 41. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA- Karena khasiatnya yang dianggap sangat bagus untuk kesehatan, jamu ragi 41 atau yang lebih dikenal sebagai ragi 40 menjadi produk yang selalu laku dipasaran. Khususnya pedagang jamu.

Terutama wilayah Desa Sungai Tuan Ulu, Kecamatan Astambul, Kabupaten Banjar yang rata-rata warganya mengkonsumsi jamu tersebut. Pedagang jamu di pasar desa setempat selalu menyediakan ragi 40 pada dagangannya.

Sebagaimana yang diutarakan oleh pedagang jamu di pasar traditional Astambul, Aminah, jamu ragi 40 menjadi satu jamu wajib yang harus ada pada barang yang ia jual. Karena setiap hari selalu ada saja yang mencari jamu traditional tersebut.

Baca: Usia 80 Tahun Masih Kuat Angkat yang Berat, Ternyata Ini Rahasia dari Siti Khadijah

Aminah menyediakan tiga jenis ragi 40. Ada yang sudah berbentuk bubuk tinggal di seduh. Ada pula yang masih berbentuk kumpulan tumbuhan berbungkus plastik dan perlu direbus untuk mengkonsomsinya.

Aminah mengatakan pembeli biasanya berusia 20 keatas. Adapun khasiatnya juga sebagai pembersih darah kotor. Bahkan ia sendiri juga mengkonsumsi jamu tersebut.

Baca: Sesuai Namanya Ragi 41, Ternyata Jamu Ini Mengandung 41 Tanaman Herbal

Beberapa bahan yang tercampur dalam ragi 41 kata ragi 40 ialah yemulawak, batang cengkeh sambiloto, sapang, kayuangin, pulaga jamu, kidaung, sinampar, cabi, kayu ulas, daun salam, ketumbar, dan adas.

Dijelaskan Aminah, biasanya jamu tersebut dibiarkan sampai hambar, kemudian barulah orang kembali membeli.

Harga jamu pun dirasa terjangkau, yakni Rp 5.000 untuk bahan mentah yang perlu direbus dan Rp 10.000 untuk bahan bubuk yang hanya tinggal seduh.

(Banjarmasinpost.co.id/ Isti Rohayanti)

Penulis: Isti Rohayanti
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved