Berita Banjarmasin

Wali Kota Ingin Ada Pembatasan Waktu Penggalangan Dana Korban Gempa dan Tsunami, Ini Alasannya

Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, mengatakan ada 25 komunitas dan BPK datang kepadanya untuk meminta izin untuk penggalangan dana.

Wali Kota Ingin Ada Pembatasan Waktu Penggalangan Dana Korban Gempa dan Tsunami, Ini Alasannya
banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi
Mahasiswa ULM galang dana untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN –Pasca kejadian gempa bumi dan tsunami di Donggala dan Palu Provinsi Sulawesi Tengah pada Jumat (29/9) lalu, hingga saat ini banyak lembaga sosial, organisasi, maupun mahasiswa yang meminta sumbangan di pertigaan maupun bundaran di Banjarmasin.

Untuk menggalang dana di Banjarmasin, ternyata perlu izin.

Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, mengatakan ada 25 komunitas dan BPK datang kepadanya untuk meminta izin untuk penggalangan dana.

Agar tertib dan tak menyalahi aturan, pihaknya pun merekomendasikan agar penggalangan dana korban bencana gempa dan tsunami Donggala dan Palu Sulteng harus berizin dari Dinas Sosial Kota Banjarmasin.

Menurutnya, perizinan ini perlu agar resmi dan tidak disalahgunakan.

“Kami juga membatasi waktunya, ini penting agar tertib. Kami paham betul jika mereka ingin membantu saudara yang terkena musibah apalagi ini bentuk rasa simpati. Namun, kami juga perlu menertibkan jangan sampai marak lagi dijalan-jalan,” ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved