Berita Kalteng

Diduga Gelapkan Uang Kas Daerah Mantan Bupati Katingan Achmad Yantenglie Ditahan

Achmad Yantenglie, Mantan Bupati Katingan, Selasa (9/10/2018) ditahan oleh penyidik Reskrimsus Polda Kalteng, karena diduga

Diduga Gelapkan Uang Kas Daerah Mantan Bupati Katingan Achmad Yantenglie Ditahan
tribunkalteng.co/fathurahman
Mantan Bupati Katingan, Achmad Yantenglie, saat diamankan penyidik untuk masuk sel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Achmad Yantenglie, Mantan Bupati Katingan, Selasa (9/10/2018) ditahan oleh penyidik Reskrimsus Polda Kalteng, karena diduga melakukan penggelapan uang kas daerah.

Ahmad Yantenglie ditahan oleh penyidik Polda Kalteng terkait kasus dugaan penyimpangan dana APBD Katingan tahun 2014, sebesar Rp 35 miliar saat memimpin sebagai bupati.

Kasus tersebut telah lama bergulir setelah sebelumnya saat menjabat sebagai bupati, dia juga ditahan terkait kasus asusila berselingkuh dengan Farida Yeni, salah seorang ASN di Rumah Sakit Mas Amsyar Katingan, Kalteng.

Baca: Perekam dan Pelaku Video Mesum UIN Akhirnya Terungkap, Begini Reaksi Pihak Kampus

Polisi menindaklanjuti laporan raibnya dana sebesar Rp 100 miliar di Bank Tabungan Negara (BTN) Pondok Pinang Jakarta, yang diduga digelapkan oleh Yantenglie yang saat itu masih menjabat sebagai Bupati Katingan.

Beberapa hari ditetapkan tersangka, Yantengli langsung ditahan Polda Kalteng, Selasa (9/10/2018) pagi dia digiring oleh petugas.

Baca: Instansi Ini Masih Menerima Formasi K2, Guru & Kesehatan, Pendaftaran CPNS 2018 di sscn.bkn.go.id

Dia mengenakan pakaian orange dan dikawal oleh polisi menuju ruang tahanan di Mapolda Kalteng.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Wadireskrimsus) Polda Kalteng, AKBP Teguh Widodo, Selasa (9/10/2018), menegaskan, Yantenglie, sudah ditahan sejak tadi malam, saat polisi melakukan pemeriksaan intensif kasus raibnya dana kas daerah Katingan tersebut.

Baca: Syarat Baru Pendaftaran CPNS 2018 di sscn.bkn.go.id Dirilis Kemenpan RB, 2.117.182 Pelamar Terdaftar

"Proses penahanan untuk penyidikan dilakukan selama 20 hari kedepan untuk ditangani oleh penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Reskrimsus Polda Kalteng. Kami khawatir dia melarikan diri,menghilangkan barang bukti, makanya ditahan," ujarnya.

www.banjarmasinpost.co.id / faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved