Berita Kalteng

Polda Kalteng Gagalkan Pengiriman 7 Kg Sabu Asal Malaysia, 5 Kg Sabu Sempat Diedarkan di Kalsel

Pelaku gagal menyelundupkan sebanyak 7,169 kg sabu dari Lamandau menuju Kalimantan Selatan untuk dipasarkan di Kalsel.

Polda Kalteng Gagalkan Pengiriman 7 Kg  Sabu Asal Malaysia, 5 Kg Sabu  Sempat Diedarkan di Kalsel
Tribun Kalteng/Fathurahman
Pelaku dan barang bukti sabu saat diamankan polisi Polda Kalteng saat membawa 7 kg sabu asal Malaysia di Kabupaten Lamandau. 

BANJARMAAINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Jajaran kepolisian Polda Kalteng, maupun Polres Lamandau, Kalimantan Tengah, berhasil menangkap, PR (27) yang membawa 7,169 kg narkoba jenis sabu di Lamandau, Kalteng tersebut ternyata sudah dua kali jadi kurir sabu dalam jumlah besar tersebut.

Ini terungkap saat polisi melakukan introgasi terhadap pelaku setelah ditangkap karena gagal menyelundupkan sebanyak 7,169 kg sabu dari Lamandau menuju Kalimantan Selatan untuk dipasarkan di Kalsel.

Menurut Keterangan, Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng, Kombes Pol Agustinus Suprianto, Selasa (9/10/2018) menyebutkan, berdasarkan interogasi mereka pelaku sudah dua kali melakukan pengiriman sabu dalam jumlah besar ke Kalsel.

"Mereka mainnya melihat kondisi, jika pengiriman lewat udara sudah tercium maka pengiriman dialihkan lewat darat, jika dulunya dikirim lewat Kaltim ketangkap, saat ini pengiriman dialihkan lewat Kalbar hingga Kalteng tujuan Kalsel," ujarnya.

Baca: Live Streaming Indosiar, Live Streaming Persib Bandung vs Madura United Liga 1 2018 Jam 18.30 WIB

Namun, diakuinya, pihaknya tidak bisa memantau pengiriman satu kali sebelumnya yang dikirim dari Malaysia masuk Kalbar, masuk Kalteng hingga diedarkan di Kalsel dengan jumlah cukup besar.

"Pengiriman lima kilogram sabu sebelumnya sempat diedarkan di Kalsel, itu atas pengakuan pelaku. Namun untuk pengiriman selanjutnya 7 kilogram bulan ini gagal, karena keburu kami tangkap," ujarnya.

Agustinus mengatakan, untuk mengungkap pengiriman tujuh kilogram lebih sabu yang berhasil diamankan, tersebut, pihaknya sempat melakukan pengintaian selama satu bulan sebelum pelaku ditangkap.(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved