Berita Kotabaru

Pukul Anak karena Minta Uang, Istri Laporkan Suami ke Polres, Bhabinkamtibmas Gelar Mediasi

Adi dilaporkan istrinya ke polisi karena merasa tidak terima perlakuan suaminya itu hanya gara-gara persoalan sepele.

Pukul Anak karena Minta Uang, Istri Laporkan Suami ke Polres, Bhabinkamtibmas Gelar Mediasi
ist
Bhabinkamtibmas Polsek Pulaulaut Utara fasilitas penyelesaian kesalahan pahaman warga. Perkara tidak berlanjut ke prosea hukum. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Gara-gara memukul anak ingin meminta uang dengan dompet, Adi Putra (38) nyaris berujung proses hukum. Karena perlakuannya, ia dilaporkan ke Kepolisian Resort (Polres) Kotabaru.

Adi dilaporkan, Eva Andriani (37) istrinya ke polisi karena merasa tidak terima perlakuan suaminya itu hanya gara-gara persoalan sepele. Bermula dari Rakha Khairi Putra ingin meminta uang jajan Rp 30 ribu terjadi pada 26 September 2018 lalu.

Meski kesalahpahaman ini berlangsung sekitar sepekan, pasangan suami istri (pasutri) yang berselisih paham itu akhirnya bersedia berdamai dengan difasilitasi Bhabinkamtibmas Polsek Pulaulaut Utara serta aparatur Desa Dirgahayu.

Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto MH Sik melalui Kapolsek Pulaulaut Utara Iptu Iksan Prananto Sik membenarkan, kedua pihak berselisih paham sepakat berdamai melakukan penyelesaian kekeluargaan yang difasilitasi Bhabinkamtibmas dan aparatur desa Dirgahayu.

Menurut Iksan, awal kesalah pahaman terjadi di rumah korban/pelaku di jalan Veteran (samping gereja), Desa Dirgahayu, Kecamatan Pulaulaut Utara.

Baca: SESAAT LAGI! Live Streaming Indosiar - Susunan Pemain Persib Bandung vs Madura United Liga 1 2018

Ketika itu, Rakha meminta uang Rp 30 ribu ke ayah tidak memberikan uang sehingga Rakha mengamuk dan berguling-guling di lantai rumah.

"Kemudian diberi neneknya Rp 5 ribu, tapi tidak mau," kata Iksan.

Karena Rakha tetap mengamuk-amuk, selanjutnya ayahnya melihatkan dompetnya kepada sang anak sembari memukulkan ke pipi anak tersebut.

"Tidak terima, selanjutnya pelapor (Eva) melapor ke Polres Kotabaru kemudian. Tapi disarankan untuk diselesaikan kelurahan dan selanjutnya pihak kelurahan melaporkan kepada bhabinkamtibmas untuk diadakan musyawarah mufakat," jelas Iksan.

Ditambahkan Iksan, perdamaian kedua belah pihak baru dilakukan, hampir sepekan karena kedua belah pihak baru bisa dimediasi.

Dalam proses perdamaian baik pihak pelapor maupun terlapor. Dan keduanya bersepakat tidak melanjutkan persoalan tersebut secara hukum.

Mengingat terlapor masih orangttua korban. Selain bersedia membuat surat pernyataan tidak akan melakukan perbuatan.

"Akhirnya perkara diselesaikan secara kekeluargaan," tutup Iksan. (banjarmasinpost.co.id/helriansyah)

Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help