Berita Tanahlaut

Sudah Setengah Tahun, Petani Tanahlaut Made Lutre Jual Buah Sawit Rp 700 Per Kg

Kondisi rendahnya harga jual tandan buah sawit di level petani saat ini diakui Made Lutre hanya Rp 700 per kilogram.

Sudah Setengah Tahun, Petani Tanahlaut Made Lutre Jual Buah Sawit Rp 700 Per Kg
banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid
Petani kelapa sawit melakukan aksi protes di depan pabrik kelapa sawit di Kecamatan Jorong, agar diberikan kesempatan memasukan tandan buah sawit, belum lama ini 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PELAIHARI - Moratorium penyetopan perkebunan perkebunan kelapa sawit oleh pemerintah pusat diharapkan petani kepala sawit mandiri berdampak positif.

Made Lutre, petani kelapa sawit yang tunggal di Desa Sumbermulia, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanahlaut mengaku pernah mempertanyakan soal turunnya harga tandan buah sawit.

Namun, pemerintah Kabupaten Tanahlaut melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Tanahlaut belum memberikan jawabannya.

Kondisi rendahnya harga jual tandan buah sawit di level petani saat ini diakui Made Lutre hanya Rp 700 per kilogram. Itu berlangsung sejak enam bulan yang lalu.

Dampaknya, penghasilan petani sedikit setelah dipotong ongkos petik dan ongkos angkutan yang harga justru tidak pernah turun seperti harga tandan buah sawit.

Baca: Dua Hari Menjabat, Bupati Tanbu Sudian Noor Langsung Melantik 53 Pejabat

Baca: Hasil Persib Bandung vs Madura United Liga 1 2018 : Skor Babak Pertama 0-1, Gol Penalti!

Itu belum pengaruh cuaca kemarau berpengaruh dengan pertumbuhan tandan buah sawit petani karena kekurangan air.

"Biasanya petani menjual tandan buang sawit Rp 1500 hingga Rp 1800 per kilogram. Kenyataan saat ini hanya dibeli separo harga, yaitu Rp 700 per kilogram," katanya.

Menurut Made Lutre, pabrik kelapa sawit juga lebih mengutamakan tandan buah sawit mitra perusahaan daripada tandan buah sawit milik petani sawit mandiri kalau antrean.

"Di Tanahlaut ini ada tujuh pabrik kelapa sawit. Kenyataannya, antrean pabrik kelapa sawit lebih mengutamakan andan buah sawit mitra perusahaan daripada tandan buah sawit petani," katanya.

Kondisi lebih parah dialami petani kelapa sawit mandiri di Kabupaten Tanahbumbu dan Kabupaten Kotabaru, ujar Misrafuddin.

Baca: Timnas U-19 Indonesia Vs Arab Saudi Piala Asia U-19 2018- Indra Sjafri Waspadai Postur Pemain

Baca: Polda Kalteng Gagalkan Pengiriman 7 Kg Sabu Asal Malaysia, 5 Kg Sabu Sempat Diedarkan di Kalsel

Warga Kecamatan Sungailoban, Kabupaten Tanahbumbu ini mengaku teman-temannya sesama petani kelapa sawit memilih menjual tandan buah sawit ke pabrik kelapa sawit di Grogot, Kalimantan Timur.

"Harga beli kelapa sawit petani di pabrik kelapa sawit di Grogot, Kaltim stabil dan menguntungkan dibanding menjual di pabrik kelapa sawit di Tanahbumbu ataupun di Kotabaru," katanya.

Di pabrik kelapa sawit Grogot harga belinya Rp 1200 hingga Rp 1450 per kilogram. "Sementara pabrik kelapa sawit di Tanahbumbu, cuma Rp 960 per kilogram tandan buah sawit," katanya. (banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved