Daihatsu Astec Open 2018

Alan Budi Kusuma Cari Sosok Penerus Liliyana Natsir di Turnamen Daihatsu Astec Open 2018

Turnamen Daihatsu Astec Open 2018 memasuki seri kedelapan yang dihelat di Banjarmasin, 16-20 Oktober 2018.

Alan Budi Kusuma Cari Sosok Penerus Liliyana Natsir di Turnamen Daihatsu Astec Open 2018
banjarmasinpost.co.id/mariana
Director Astec, Alan Budi Kusuma (tiga dari kiri) beserta jajaran Daihatsu dan Ketua Harian PBSI Kalsel, Edy Soekarno (paling kanan) melakukan serve secara sombolis menandai turnamen Daihatsu Astec Open siap bergulir, Rabu (10/10/2018) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Turnamen Daihatsu Astec Open 2018 memasuki seri kedelapan yang dihelat di Banjarmasin, 16-20 Oktober 2018. Mempertandingkan Kelompok Umur (KU) 11, KU-13, KU-15, dan KU-17 tahun.

Sebelum resmi bergulir, ajang berlevel Sirkuit Nasional B ini menggelar press conference di Treepark Hotel Banjarmasin, Rabu (10/10/2018). Secara simbolis, Director Astec, Alan Budi Kusuma beserta pihak Daihatsu dan Ketua Harian PBSI Kalsel, Edy Soekarno melakukan serve secara serentak menandai turnamen Daihatsu Astec Open siap digelar.

Baca: LIVE STREAMING Timnas U-19 Indonesia vs Arab Saudi Jam 15.30 WIB - Link Live Streaming RCTI

Dalam kesempatan itu, Alan Budi Kusuma mengatakan, ajang ini sangat baik untuk pembinaan dan menyiapkan regenerasi pebulutangkis Indonesia yang sudah cukup senior dan hampir pensiun.

"Di 2018 ini menjadi tahun terakhir Liliyana Natsir bermain bulutangkis, artinya dia akan pensiun. Untuk itu kami saat ini mempersiapkan sebanyak-banyaknya atlet junior yang dapat menjadi penerus Liliyana dan kawan-kawan," jelas Alan kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Link Live Streaming TVOne PSS Sleman vs PSIM Yogyakarta Liga 2 2018 - Siaran Langsung TV One

Selain ditambahkannya, turnamen ini sebagai upaya mengembangkan misi dan komitmen PB PBSI mencari bibit dan bakat bulutangkis di Indonesia.

"Sebagaimana diketahui, pembinaan bakat bulutangkis saat ini lebih berpusat di Pulau Jawa. Bagaimana caranya bibit pemain tidak hanya di Jawa saja tapi dapat ditemukan di daerah lain seluruh Indonesia," tukas Alan.

Baca: Link Live Streaming Timnas U-19 Indonesia vs Arab Saudi - Siaran Langsung RCTI Mulai 15.00 WIB

Sasaran pembinaan yang diterapkan berkisar 11-13 tahun, alasan Alan yakni di usia tersebut dapat dilakukan pembentukan potensi dan bakat atlet secara optimal. Namun tidak menutup kemungkinan di usia 15-17 tahun bakat tersebut juga dapat ditemukan.

Hasil dari pembinaan PBSI di usia dini terlihat pada Kejuaraan Dunia Junior di Yogyakarta awal tahun 2018 lalu, yang mana melahirkan juara dunia di tunggal putri yang diraih Gregoria Mariska Tunjung.

"Saat ini ada 105 pemain pelatnas yang dibina dari rentang usia 15-34 tahun. Kami tentu berharap kejayaan bulutangkis Indonesia akan selalu ada hingga nanti," pungkas Alan. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved