Berita Kotabaru

Eva Sebut yang Dilakukan Mantan Suaminya Terlampau Batas, Didamaikan Bhabinkamtibmas

Proses perdamaian mantan pasangan suami istri yang bercerai sekitar lima tahun, silam ini setelah dimediasi Bhabinkamtimas.

Eva Sebut yang Dilakukan Mantan Suaminya Terlampau Batas, Didamaikan Bhabinkamtibmas
ist
Bhabinkamtibmas Polsek Pulaulaut Utara fasilitas penyelesaian kesalahan pahaman warga. Perkara tidak berlanjut ke prosea hukum. 

BANJARMASINPOST.CO.ID,KOTABARU - Pemukulan seorang anak, RK (7) oleh seorang ayah, Adi Putra (38) yang nyaris berujung ke proses hukum karena dilaporkan mantan istrinya Eva Andriani (37) akhirnya berdamai.

Proses perdamaian mantan pasangan suami istri yang bercerai sekitar lima tahun, silam ini setelah dimediasi Bhabinkamtimas Kepolisian Sektor (Polsek) Pulaulaut Utara, kemarin.

Eva, kepada banjarmasinpost.co.id, meluruskan persoalan yang sempat berujung pelaporan ke polisi, karena menilai perbuatan dilakukan mantan suaminya kepada RK sudah terlampau batas.

"Ini bukan lagi persoalan sepele. Tapi sudah terlewat batas. Sangat keberatan, maka dari itu aku melaporkan (mantan suami) ke polisi," ujar Eva kepada banjarmasinpost.co.id, Rabu (10/10/2018).

Baca: Harga BBM Naik, Honda Bakal Naikkan Harga Penjualan?

Sebelumnya diberitakan, Kapolres Kotabaru AKBP Suhasto MH Sik melalui Kapolsek Pulaulaut Utara Iptu Iksan Prananto Sik mengatakan, kedua pihak berselisih paham sepakat berdamai melakukan penyelesaian kekeluargaan yang dimediasi Bhabinkamtibmas dan aparatur desa Dirgahayu.

Menurut Iksan, awal kesalah pahaman terjadi di rumah korban/pelaku di jalan Veteran (samping gereja), Desa Dirgahayu, Kecamatan Pulaulaut Utara.

Ketika itu, RK meminta uang Rp 30 ribu ke ayah tidak memberikan uang sehingga RK mengamuk dan berguling-guling di lantai rumah.

"Kemudian diberi neneknya Rp 5 ribu, tapi tidak mau," kata Iksan.

Karena RM tetap mengamuk-amuk, selanjutnya sang ayahnya mempelihatkan dompetnya kepada sang anak sembari memukulkan ke pipi anak tersebut.

"Tidak terima, selanjutnya pelapor (Eva) melapor ke Polres Kotabaru kemudian. Tapi disarankan untuk diselesaikan kelurahan dan selanjutnya pihak kelurahan melaporkan kepada bhabinkamtibmas untuk diadakan musyawarah mufakat," jelas Iksan.

Baca: Hasil Timnas U-19 Indonesia vs Arab Saudi : Penalti, Indonesia Kembali Tertinggal 1-2

Ditambahkan Iksan, perdamaian kedua belah pihak baru dilakukan, karena kedua belah pihak baru bisa dimediasi.

Dalam proses perdamaian baik pihak pelapor maupun terlapor. Dan keduanya bersepakat tidak melanjutkan persoalan tersebut secara hukum.

Mengingat terlapor masih orangttua korban. Selain bersedia membuat surat pernyataan tidak akan melakukan perbuatan serupa.

"Akhirnya perkara diselesaikan secara kekeluargaan," tutup Iksan.

(BANJARMASINPOST.co.id/helriansyah)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help