Ekonomi dan Bisnis

Harga Premium Batal Naik Rabu (10/10) Setelah Presiden Jokowi Lakukan Ini

Pemerintah atau PT Pertamina Tbk batal menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premium pada Rabu (10/10/2018)

Harga Premium Batal Naik Rabu (10/10) Setelah Presiden Jokowi Lakukan Ini
kompas.com
Pengendara motor mengantre di SPBU untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium, di Bali, Selasa (26/8/2014). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Pemerintah atau PT Pertamina Tbk batal menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premium pada Rabu (10/10/2018) sore ini.

Keputusan ini diambil setelah mendapatkan arahan langsung dari Presiden Joko Widodo.

"Iya ditunda, sesuai arahan Pak Presiden ( Jokowi) kita evaluasi lagi kenaikan tersebut," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi, Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi saat dihubungi Kompas.com, Rabu sore.

Agung belum bisa memastikan kapan kenaikan harga BBM tersebut akan dilakukan. "Kita masih menunggu Pertamina melakukan persiapan, jadi kita evaluasi lagi," kata Agung.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming RCTI Timnas Indonesia vs Myanmar, Link Live Streaming RCTI Disini

Sebelumnya, Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan pemerintah menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium mulai hari ini dari pukul 18.00 WIB.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) juga telah mengumumkan kenaikan harga BBM jenis Pertamax dan Dex series serta biosolar non PSO yang berlaku hari ini sejak pukul 11.00 WIB.

Baca: Harga BBM Naik, Honda Bakal Naikkan Harga Penjualan?

"Untuk Jamali (Jawa, Madura, dan Bali) harga per liter jadi Rp 7.000. Sementara di luar Jamali jadi Rp 6.900," kata Jonan saat ditemui di Sofitel Hotel, Nusa Dua, Rabu (10/10/2018).

Jonan menjelaskan, kenaikan harga premium dikarenakan harga salah satu acuan minyak dunia, yaitu Brent, sudah lebih di atas 80 dollar AS per barrel. Selain itu, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) juga mengalami kenaikan yang membuat pemerintah memutuskan perlunya penyesuaian harga.(Akhdi Martin Pratama)

Berita Ini Sudah Muncul di KOMPAS.COM

Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved