Berita Banjarmasin

Tahun Ini Tiga Lokasi Pembebasan Lahan di Kota Banjarmasin, Ini Tempat-tempatnya

Di mana saja dan untuk apa saja? Ini rinciannya. Di Kota Banjarmasin, untuk tahun ini ada tiga pembebasan lahan, yakni di Jalan Rantauan Darat

Tahun Ini Tiga Lokasi Pembebasan Lahan di Kota Banjarmasin, Ini Tempat-tempatnya
Eka Pertiwi
Inilah Jembatan Alalak yang rencananya akan dibuat menjadi jembatan cable stayed. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah Kota Banjarmasin melakukan pembebasan lahan di tiga lokasi ini.

Di mana saja dan untuk apa saja? Ini rinciannya. Di Kota Banjarmasin, untuk tahun ini ada tiga pembebasan lahan, yakni di Jalan Rantauan Darat, Jalan Sulawesi, dan Jalan Brigjen Hasan Basri.

Untuk Jalan Rantuan darat dari 12 persil yang harus dibebaskan untuk pelebaran jalan di sana. Total anggaran pembebasan di sana mencapai Rp 700 juta.

Tak hanya pelebaran jalan, rencananya jalur ini menjadi akses keluar masuk Rumah Sakit Sultan Suriansyah. Empat diantaranya sudah dibebaskan dan membongkar sendiri bangunannya. Sedangkan delapan persil masih tersisa di sana. Bahkan, Pemerintah Kota banjarmasin sudah melakukan penitipan uang ganti rugi ke Pengadilan Negeri Banjarmasin.

Baca: Merasa Tak Dihargai, Warga Tolak Ganti Rugi Lahan di Jalan Sulawesi, Ini Alasannya

Di Rantauan Darat, Pemerintah Kota Banjarmasin hanya berani mengganti bangunan saja. Sedangkan lahannya, tak ada penggantian rugi dengan alasan tak ada bukti legal kepemilikan tanah.

Warga tak tinggal diam, akhirnya warga menggugat Pemerintah Kota Banjarmasin. Seharusnya, lahan ini sudah bersih, bahkan Wali Kota Banjarmasin memberikan waktu hingga 30 September untuk pembongkaran oleh warga. Kerena sedang berproses, pembongkaran di sana pun ditunda hingga ada keputusan dari pengadilan.

Baca: Ada Apa? Baru 30 Menit Diumumkan Naik, Presiden Jokowi Tunda Kenaikan Harga Premium

Ada juga lahan yang harus dibebaskan tahun ini untuk melakukan peningkatan Jembatan Alalak, Banjarmasin Utara, menjadi cable stayed. Tercatat, yang harus dibebaskan sebanyak 38 persil termasuk halaman RSUD Anshari Saleh dan bangunan milik PDAM Bandarmasih.

Pembebasan ini dianggarkan sebesar Rp 36 miliar. Dari 38 persil, hanya ada 12 persil yang bersedia dibebaskan.

Tak hanya itu, Jalan Sulawesi juga harus dibebaskan, pembebasan ini untuk pelebaran jalan Sulawesi hingga Masjid Jami. Bagian seberangnya juga harus dibebaskan untuk membangun jembatan Antasan Kecil Timur (AKT) II di sebelahnya. Totalnya ada 18 persil yang harus dibebaskan, dengan total anggaran yang disediakan sebesar Rp 10,5 miliar.

Baca: Saat Diperiksa Terkait Kasus Ratna Sarumpaet, Amien Rais Ditantang Polisi Makan Nasi Jamblang

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Kota Banjarmasin, Ahmad Fanani Syaifudin, mengakui jika pembebasan lahan di Banjarmasin memerlukan waktu.

Terlebih, warga yang menginginkan harga lahan yang tinggi sehingga sulit mencapai titik temu.

Dibeberkannya, harga yang diberikan yakni mencakup harga lahan, bangunan dan jenis usaha. Namun, jenis usaha yang akan dapat diganti hanya tanah, bangunan, dan usaha yang melekat pada pemiliknya.

Artinya, usaha yang diganti hanya untuk pemilik tanah dan bangunan yang menggunakan sendiri lahan dan bangunannya.Bukan lahan dan bangunan yang disewakan. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help